Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pemilu Perlu Sistem berkelanjutan buntut putusan MK, Wamendagri

Pemilu Perlu Sistem berkelanjutan buntut putusan MK, Wamendagri

  • account_circle Fokus id.com
  • visibility 96
  • comment 0 komentar

Badung (Fokusid. com) – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memberikan tanggapan terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai pemisahan antara pemilu nasional dan pemilu lokal dengan menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan sistem pemilu yang berkelanjutan.

Saat berada di Kabupaten Badung, Bali, pada hari Sabtu, Bima menyebutkan bahwa pemikiran seharusnya tidak terus-menerus melakukan perubahan pada sistem pemilihan umum.

“Kami melihat bahwa diperlukan sebuah sistem pemilu yang kuat dan berkelanjutan, jika setiap pemilu mengalami perubahan, maka kita tidak akan memiliki sistem yang konsisten,” ungkap Bima Arya.

Keputusan MK dalam Putusan Nomor 135/PUU-XXII/2024 sendiri memisahkan pemilihan umum untuk anggota DPR, DPD, presiden dan wakil presiden dari pemilihan umum untuk anggota DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta gubernur dan wakil gubernur.

Dengan penerapan sistem baru yang dijadwalkan untuk 2029, pemilu serentak yang selama ini melibatkan lima surat suara tidak akan lagi digunakan.

Mahkamah juga mencatat bahwa hingga kini pembuat undang-undang belum melakukan perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 mengenai Pemilihan Umum (UU Pemilu).

Wamendagri menambahkan bahwa pemerintah dan DPR, sebagai pembuat undang-undang, telah memulai proses revisi terhadap Undang-Undang Pemilu.

“Oleh karena itu, terlepas dari ada atau tidaknya keputusan MK, proses ini tetap berlangsung. Di sisi lain, kami juga sedang mempelajari putusan MK tersebut dengan sebaik-baiknya, karena revisi itu harus tetap sejalan dan seirama dengan Undang-Undang Dasar, dan tidak boleh bertentangan,” jelasnya.

Walaupun mengarah pada keinginan agar sistem pemilu tetap, Wamendagri tidak langsung menyatakan setuju atau tidak dengan keputusan MK.

Ia lebih memilih untuk fokus pada proses revisi yang tengah dilakukan oleh pemerintah, sambil mempertimbangkan substansi dari keputusan MK yang mungkin bisa diintegrasikan.

“Belum ada kesimpulan akhir, ini baru tahap awal penelitian dan kajian. Kami berharap agar keputusan MK ini dapat sejalan dan harmonis dengan UUD 1945,” kata Bima Arya.

“Kami sedang mempelajari dengan cermat agar proses revisi tetap sesuai dengan undang-undang. Dalam kajian ini, kami juga meneliti materi substansi dari keputusan MK sebelumnya,” tambahnya.

Wamendagri juga berpendapat bahwa pemisahan pemilu itu terjadi karena adanya perbedaan sudut pandang mengenai rezim pemilu.

Ia menjelaskan bahwa MK melihat pilkada dan pemilu sebagai satu rezim, sementara banyak pihak beranggapan sebaliknya, sehingga interpretasi ini belum mencapai kesepakatan.

“MK beranggapan bahwa pilkada dan pemilu itu termasuk dalam satu rezim, menafsirkan maksud asli dari proses perubahan Undang-Undang 1945, sementara banyak yang percaya bahwa Undang-Undang 1945 memisahkan antara rezim pilkada dan rezim pemilu. Oleh karena itu, turunan undang-undangnya pun akan berbeda,” tutur Bima Arya.(Sumber Antara)

Penulis

Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AS-Venezuela ketegangan meningkat Donald Trump akui bertelepon dengan Nicolas Maduro

    AS-Venezuela ketegangan meningkat Donald Trump akui bertelepon dengan Nicolas Maduro

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Istanbul- Fokusid.com– Pada hari Minggu (30/11), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa ia telah berbicara lewat telepon dengan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, di tengah situasi tegang terkait ruang udara. “Saya tidak ingin memberikan komentar lebih lanjut. Jawabannya adalah ya,” ucap Trump kepada awak media di dalam pesawat Air Force One saat kembali ke Washington, […]

  • POLRI kirim bantuan kembali ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

    POLRI kirim bantuan kembali ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com – Polri kembali mengirimkan ribuan kilogram bantuan makanan dan logistik untuk masyarakat yang terkena dampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). “Hari ini kami masih dalam upaya menghadapi bencana alam di daerah yang didukung oleh Mabes Polri,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu […]

  • Forum Sesepuh Kiai Nahdlatul Ulama Harap PBNU Segera Islah

    Forum Sesepuh Kiai Nahdlatul Ulama Harap PBNU Segera Islah

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Jakarta-FOKUSID.COM-Sekumpulan kiai senior Nahdlatul Ulama berkumpul di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur pada hari Ahad (30/11/2025). Pertemuan yang disebut Forum Musyawarah Sesepuh Nahdlatul Ulama ini diprakarsai oleh KH Anwar Manshur dari Lirboyo dan KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso. Dalam acara yang diadakan secara hibrid tersebut, 10 masyayikh hadir, yaitu KH Anwar Manshur […]

  • Presiden Prabowo Prioritaskan Bantuan ke Wilayah Terisolir,Percepatan Penanganan Bencana

    Presiden Prabowo Prioritaskan Bantuan ke Wilayah Terisolir,Percepatan Penanganan Bencana

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Kab Tapanuli Tengah-Fokusid.com-Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa saat ini, pemerintah fokus pada percepatan pengiriman bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak, terutama di daerah yang masih terisolasi. Pernyataan ini disampaikan Presiden setelah mengunjungi posko pengungsi di GOR Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan berinteraksi dengan para korban. “Saat ini, kita mengutamakan upaya untuk segera mengirimkan bantuan yang […]

  • Ajang Batik Nusantara 2025 maknai batik sebagai gaya hidup dinamis

    Ajang Batik Nusantara 2025 maknai batik sebagai gaya hidup dinamis

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Event Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025 yang diadakan oleh Yayasan Batik Indonesia (YBI) mengajak masyarakat untuk memahami batik sebagai bagian integral dari warisan budaya, gaya hidup yang terus berkembang, relevan, dan menjadi kebanggaan di era modern ini. “GBN 2025 mengusung tema besar ‘Bangga Berbatik’ dan hadir kembali sebagai arena perayaan, penghargaan, serta […]

  • Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Infrastruktur dengan cepat yang Terdampak Banjir di Aceh Tenggara

    Presiden Prabowo Pastikan Penanganan Infrastruktur dengan cepat yang Terdampak Banjir di Aceh Tenggara

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Aceh Tenggara-Fokusid.com-Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan langsung ke lokasi Jembatan Pante Dona di Kabupaten Aceh Tenggara pada hari Senin (01/12/2025). Jembatan ini mengalami kerusakan total akibat banjir besar yang menerpa daerah tersebut, menyebabkan ribuan warga terjebak, dan menghentikan seluruh jalur logistik. Setelah tiba, Presiden langsung menuju daerah yang terkena dampak untuk mengamati secara langsung situasi […]

expand_less