KP2MI dan Kemenpar latih pekerja migran sebagai duta pariwisata
- account_circle Fokus id.com
- visibility 111
- comment 0 komentar

Kemenpar dan KP2MI latih pekerja migran sebagai duta pariwisata Kementerian Pariwisata memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk meningkatkan peran pekerja migran Indonesia (PMI) yang dalam pembangunan pariwisata nasional, pemberdayaan masyarakat, serta perluasan promosi pariwisata Indonesia ke dunia internasional, Kolaborasi ini diresmikan melalui penandatanganan nota kesepahaman oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana (kanan) dan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding (kiri) di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, (14/7/2025). (Doc,ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata)
Jakarta (Fokusid.com) – Kementerian Pariwisata memperkuat kemitraan dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan sepakat untuk berkolaborasi dalam melatih pekerja migran menjadi duta pariwisata Indonesia.
“Saya sangat menghargai kerja sama yang baik ini dengan Bapak Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan tim,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa.
Pada acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara kedua kementerian di Jakarta, Widiyanti menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, tetapi juga untuk meningkatkan promosi pariwisata Indonesia di tingkat global.
Baca juga: KP2MI, Kemenpar keselarasan Desa Migran Emas dengan Desa Wisata
Diharapkan kerja sama ini dapat mendorong pembangunan yang merata dan memberikan kesempatan yang lebih baik, saat pekerja migran diikutsertakan dalam membangun bangsa dan memajukan sektor pariwisata sebagai sumber kesejahteraan.
Kementerian Pariwisata akan memfasilitasi pelatihan Wonderful Indonesia Hospitality Skills yang akan memperlengkapi calon pekerja migran Indonesia dengan keterampilan dasar dalam bidang pariwisata dan pelayanan.
Dengan pelatihan tersebut, para pekerja migran Indonesia diharapkan lebih percaya diri, komunikatif, dan dapat membawa citra positif Indonesia saat berinteraksi di luar negeri.
Menpar Widiyanti juga menyampaikan bahwa Kementerian Pariwisata akan melakukan sinergi program Desa Wisata dengan Desa Migran EMAS (Edukatif, Maju, Aman, dan Sejahtera) dari Kementerian P2MI. Desa Migran EMAS akan didorong untuk berkembang menjadi desa wisata yang kaya akan budaya, alam, dan kearifan lokal sebagai daya tarik.
Dia menegaskan bahwa pekerja migran akan membawa pengalaman dan semangat dalam membangun daerah asal mereka, sehingga diharapkan sektor pariwisata akan berkembang sebagai penggerak komunitas, penghubung budaya, dan sarana promosi Indonesia di panggung internasional.
“Sebagai bagian dari diaspora, mereka (pekerja migran) memperkenalkan citra Indonesia ke berbagai belahan dunia. Peran ini menjadikan mereka sebagai kekuatan diplomasi yang menyampaikan pesan budaya melalui interaksi nyata di negara tempat mereka bekerja,” ujarnya.
Baca juga: Menpar menyatakan minat wisata ke Indonesia semakin meningkat
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyatakan bahwa kementerian tidak dapat bekerja sendiri dalam memberikan perlindungan serta pengembangan kapasitas bagi para pekerja migran Indonesia.
Karding menjelaskan bahwa terdapat dua kerjasama yang dilakukan, yakni penyediaan sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan, karena kebutuhan akan pelayanan, spa, dan lainnya di luar negeri cukup besar, serta program Desa Wisata yang berhubungan dengan Desa Migran EMAS.
“Di Kementerian Pariwisata terdapat Desa Wisata yang sering hubungannya dengan Desa Migran EMAS yang dikelola oleh banyak pekerja migran. Ini juga merupakan bagian dari kolaborasi kita dalam pemberdayaan,” ujarnya. (Sumber Antara)
Penulis Fokus id.com
Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Saat ini belum ada komentar