Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sports » Timans Indonesia vs Malaysia: laga Bergengsi di ASEAN U-23

Timans Indonesia vs Malaysia: laga Bergengsi di ASEAN U-23

  • account_circle Fokus id.com
  • visibility 215
  • comment 0 komentar

Jakarta (Fokusid.com) – Timnas U-23 Indonesia akan kembali turun ke lapangan dalam pertandingan ketiga Grup A ASEAN U-23 Championship 2025 melawan Malaysia, Senin malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Laga ini menjadi penentu hidup-mati bagi skuad Garuda Muda, sekaligus pembuktian sesungguhnya dari proses yang mereka bangun sejak laga perdana.

Setelah menjalani dua laga awal dengan raihan 100 persen kemenangan saat bersua Brunei Darussalam dan Filipina, pasukan Gerald Vanenburg kini dihadapkan pada salah satu kekuatan lama Asia Tenggara sekaligus musuh bebuyutan.

Menjelang laga terakhir fase grup, situasi klasemen menempatkan Indonesia di puncak dengan enam poin. Malaysia dan Filipina sama-sama mengantongi tiga poin, tapi Malaysia unggul selisih gol. Ini membuat pertandingan melawan Malaysia jadi krusial.

“Ya, saya ingin menang di setiap pertandingan, termasuk melawan Malaysia. Saya tidak tahu siapa lawan kami berikutnya, tapi saya juga ingin menang. Entah itu terjadi atau tidak, kami akan berjuang untuk itu,” kata pelatih Vanenburg, sebelum memimpin latihan timnas Indonesia, Minggu (20/7).

Sementara Malaysia datang dengan rasa percaya diri yang sedikit goyah setelah kekalahan dari Filipina. Namun mereka bangkit saat melawan Brunei, menang telak 7-1.

Pelatih Nafuzi Zain menyoroti buruknya penyelesaian akhir timnya saat kalah di laga pertama, meskipun timnya mendominasi permainan.


Laga melawan Indonesia tentu akan berbeda. Rivalitas yang sudah terbangun sejak level senior membuat tensi pertandingan diprediksi tinggi. Dalam lima pertemuan terakhir di level U-23, Malaysia unggul tipis 3-2, termasuk kemenangan 2-1 atas Indonesia di semifinal edisi 2023.

Secara historis, tim Malaysia U-23 mungkin dapat menepuk dada. Namun pelatih Nafuzi memilih bersikap realistis melihat kekuatan Indonesia saat ini.

“Berdasarkan cara Indonesia bermain dalam dua pertandingan grup mereka, jelas bahwa mereka adalah tim yang sangat bagus. Secara individu, para pemain memiliki kualitas yang luar biasa, terutama dalam hal kecepatan dan kekuatan fisik mereka di lapangan,” kata Nafuzi.

“Kita bisa melihat cara mereka bermain dengan kecepatan dalam permainan mereka. Beberapa pemain bermain di Liga 1 Indonesia dan menunjukkan tingkat kematangan yang tinggi,” lanjutnya.

Malaysia diyakini akan turun dengan pendekatan lebih agresif. Jika ingin lolos, mereka harus menang, hasil imbang tak cukup kecuali Filipina terpeleset.

Dengan skema 4-4-2 yang menekankan serangan balik cepat, mereka punya beberapa pemain yang bisa merepotkan Indonesia, seperti penyerang sayap cepat Fergus Tierney dan Haqimi Azim.

Dari sisi tekanan, Indonesia mungkin lebih diunggulkan. Tapi dengan sistem hanya satu juara grup otomatis lolos dan satu runner-up terbaik yang ikut, tak ada ruang untuk bersantai. Tiga poin akan memastikan tiket ke semifinal, dan hasil imbang akan tetap cukup jika unggul selisih gol atas pesaing.

Turnamen ini adalah pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN U-23. Status itu menjadi beban sekaligus motivasi. Tak ada yang ingin melihat trofi jatuh ke tangan negara lain di tanah sendiri.

Jika mampu mengalahkan Malaysia, bukan hanya tiket semifinal yang didapat. Tapi juga kepercayaan diri yang semakin penuh untuk membawa Garuda Muda melangkah lebih jauh, dan siapa tahu, kembali meraih gelar seperti 2019 di Kamboja. (Sumber Antara)

Penulis

Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Megawati terpilih kembali dikukuhkan jadi Ketum PDIP dalam kongres Ke 6 PDIP  di Bali

    Megawati terpilih kembali dikukuhkan jadi Ketum PDIP dalam kongres Ke 6 PDIP di Bali

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Megawati Soekarnoputri kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum PDIP untuk periode 2025-2030 dalam Kongres Ke-6 PDIP yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, pada hari Jumat. Kongres PDIP di Nusa Dua hari ini dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) DPD, DPC, serta seluruh DPP partai. “Karena memang sudah ditentukan […]

  • Presiden Prabowo siapkan 82 profesional muda isi posisi strategis, Kata Seskab Teddy

    Presiden Prabowo siapkan 82 profesional muda isi posisi strategis, Kata Seskab Teddy

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah mempersiapkan 82 profesional muda untuk mengisi peran penting. Teddy menegaskan dalam pernyataan tertulisnya pada hari Minggu, bahwa inisiatif ini adalah bagian dari strategi besar pemerintah untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan fleksibel. “Dengan adanya program ini, diharapkan akan […]

  • KKN Kelompok 7,Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI),adakan workshop pembuatan tempat pembakaran sampah minim asap

    KKN Kelompok 7,Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI),adakan workshop pembuatan tempat pembakaran sampah minim asap

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Fokusid.com-Sumbermulyo,  Rembang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al-Hikmah Indonesia mengadakan workshop pelatihan pembuatan tempat pembakaran sampah minim asap di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Selasa (02/09/2025). Pelatihan ini menyajikan demonstrasi langsung mengenai cara merakit dan memanfaatkan alat pembakar sederhana yang ramah lingkungan. Alat tersebut dirancang supaya pembakaran sampah berlangsung tanpa menghasilkan asap […]

  • Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan  kebijakan Presiden Prabowo demi RI kembali jadi Macan Asia

    Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan kebijakan Presiden Prabowo demi RI kembali jadi Macan Asia

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com – Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa kebijakan yang diterapkan oleh Presiden Prabowo Subianto beserta pembentukan Danantara bertujuan untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi Indonesia, agar negara ini dapat kembali bersinar sebagai “Macan Asia”. Zulhas menyatakan bahwa prioritas kebijakan Pemerintahan Prabowo adalah menciptakan negara dengan perekonomian yang kuat, kemandirian di sektor pangan, dan industri yang […]

  • Kemenpora dan PSSI dorong jumlah pelatih sepak bola

    Kemenpora dan PSSI dorong jumlah pelatih sepak bola

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga berkolaborasi untuk mempercepat peningkatan jumlah pelatih sepak bola. Mereka menyelenggarakan National Coaching Conference 2025 di Jakarta International Stadium (JIS) mulai hari Jumat. Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kolaborasi ini. Dia menjelaskan bahwa sejak tahun 2023, jumlah pelatih telah naik 49 persen […]

  • Prof Quraish Shihab AI bisa kita respon lewat pendekatan

    Prof Quraish Shihab AI bisa kita respon lewat pendekatan

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com -Prof Quraish Shihab, pendiri Majelis Hukama Muslimin (MHM), menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) yang merupakan fenomena baru bisa dihadapi dengan tiga sudut pandang. Hal ini disampaikannya dalam seminar nasional bertema “Ketika Ulama Bertemu Algoritma” di UIN Yogyakarta pada hari Selasa. Ahli tafsir Al Quran tersebut mengungkapkan bahwa AI bisa dilihat dari perspektif yang lama, […]

expand_less