Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan » Penegakan Hukum dalam Revisi Undang-Undang KPK 2019 sebagai Lembaga independen

Penegakan Hukum dalam Revisi Undang-Undang KPK 2019 sebagai Lembaga independen

  • account_circle Fokus id.com
  • visibility 93
  • comment 0 komentar

Jakarta – Fokusid.com — Indonesia sebagai bangsa yang menganut sistem democracia dan republik berkomitmen untuk menjaga hak-hak rakyat dan kesejahteraan bersama. Namun, fenomena korupsi yang terus meningkat setiap tahun menjadi tantangan signifikan yang dapat merusak stabilitas negara serta kepercayaan masyarakat.

Korupsi diidentifikasi sebagai tindak pidana yang paling umum terjadi, baik di sektor publik maupun swasta. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, tindakan korupsi didefinisikan sebagai kejahatan yang dapat membahayakan keuangan negara dan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka memperkuat upaya pemberantasan korupsi, pemerintah mendirikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga independen dengan kewenangan yang luas.

Namun, perubahan Undang-Undang KPK yang disetujui oleh DPR pada 17 September 2019 mendapat kritik tajam dari berbagai pihak. Perubahan ini dianggap sebagai langkah untuk mereduksi independensi KPK, terutama karena ada beberapa pasal baru yang dipandang membatasi kekuasaan lembaga antikorupsi tersebut.

Poin-poin penting dari perubahan Undang-Undang KPK meliputi:

– KPK dijadikan sebagai lembaga di bawah cabang eksekutif.
– Pembentukan Dewan Pengawas (Dewas) yang akan dipilih oleh presiden dan memiliki kewenangan memberikan izin untuk penyadapan, penggeledahan, dan penyitaan.
– Mekanisme yang menetapkan SP3 untuk kasus yang tidak terselesaikan dalam dua tahun.
– Kewajiban untuk berkoordinasi dalam penyidikan dengan lembaga penegak hukum lainnya.
– Perubahan status pegawai KPK menjadi ASN sesuai dengan regulasi pegawai negeri.

Beberapa pejabat KPK saat itu, termasuk Wakil Ketua Laode Syarief dan Ketua Agus Rahardjo, mengungkapkan bahwa lembaganya tidak dilibatkan dalam proses penyusunan revisi. Bahkan, Kementerian Hukum dan HAM enggan memberikan dokumen yang berkaitan dengan pembahasan tersebut kepada KPK. Situasi ini dianggap sebagai tanda kurangnya transparansi dalam proses legislasi.

Terdapat pendapat yang beragam mengenai revisi tersebut. Pihak pemerintah dan DPR berpendapat bahwa perubahan ini dilakukan untuk memperbaiki pengelolaan kelembagaan KPK agar lebih terawasi. Namun, peneliti dari Pukat UGM, Zaenur Rohman, berpendapat bahwa perubahan ini justru membuka peluang untuk intervensi politik dan melemahkan independensi KPK, terutama melalui tes wawasan kebangsaan (TWK) yang mengakibatkan pemberhentian 51 pegawai.

Di sisi lain, banyak yang berpendapat bahwa Dewas dapat menghambat efektivitas KPK karena bukan merupakan aparat penegak hukum, tetapi justru perlu memberikan izin dalam proses penyelidikan. Hal ini dianggap mengurangi kemampuan KPK dalam menangani kasus-kasus besar, termasuk korupsi yang melibatkan tokoh politik.

Meskipun perubahan Undang-Undang KPK diklaim sebagai upaya penguatan lembaga, masyarakat menilai proses tersebut tergesa-gesa dan mengabaikan keterlibatan publik. Beberapa pengamat menyatakan bahwa revisi ini bertentangan dengan prinsip dasar demokrasi dan *vox populi vox dei*, di mana suara rakyat seharusnya menjadi acuan dalam pengambilan keputusan.

Hingga saat ini, kekhawatiran masyarakat mengenai pelemahan KPK terus meluas. Peningkatan kasus korupsi di tengah menyusutnya independensi lembaga antikorupsi menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dan sejahtera. Pemerintah diharapkan untuk memperluas ruang dialog publik agar kebijakan mengenai pemberantasan korupsi tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

(Sumber Penulis Siti Murti’ah  NIM : 25200007 ,Mata Kuliah : Ilmu Negara Dosen Pengampu : Dr. Ahsanul Minan )

Penulis

Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AI siap untuk Mengobati Kanker,Gunakan Google DeepMind

    AI siap untuk Mengobati Kanker,Gunakan Google DeepMind

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 131
    • 0Komentar

    JAKARTA,Fokusid.com – Pada tahun 2022, AlphaFold yang dikembangkan oleh Google DeepMind berhasil mengidentifikasi lebih dari 200 juta struktur protein, yang mempercepat proses dalam pengembangan obat.MRHP Meluncurkan Pusat Kanker Isomorphic Labs mengklaim sebagai alat AI yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian, termasuk AlphaFold 3. Kemajuan pesat dalam teknologi mRNA setelah pandemi telah membuka kemungkinan untuk vaksin kanker, […]

  • Mensesneg apresiasi kinerja baik Kemenaker, meski wamenaker kena OTT

    Mensesneg apresiasi kinerja baik Kemenaker, meski wamenaker kena OTT

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan masih menunjukkan performa yang baik, meskipun Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer terlibat dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Dalam jumpa pers yang berlangsung di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Kamis, Prasetyo menyatakan bahwa selama sepuluh bulan terakhir, kementerian […]

  • Presiden Prabowo Menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS 2025, Menyatakan Peran Penting Indonesia di Pentas Internasional

    Presiden Prabowo Menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS 2025, Menyatakan Peran Penting Indonesia di Pentas Internasional

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Fokusid.com-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil, pada Minggu (06/07/2025). Kehadiran Presiden Prabowo menjadi momen bersejarah di mana untuk pertama kalinya Indonesia berpartisipasi sebagai anggota penuh BRICS. Presiden Prabowo Subianto dari Republik Indonesia ikut serta dalam hari pertama KTT BRICS 2025 […]

  • TNI tugaskan personel bantu tangani bencana di pulau Sumatra

    TNI tugaskan personel bantu tangani bencana di pulau Sumatra

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com – Brigjen TNI Osmar Silalahi, yang merupakan Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI, menyampaikan bahwa sebanyak 30. 864 anggota TNI telah dikerahkan untuk membantu mempercepat penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Hingga saat ini, jumlah prajurit TNI yang diterjunkan langsung ke lokasi bencana mencapai 30. 864 orang, yang terdiri dari Angkatan Darat, […]

  • Budaya yang tergerus zaman, kita harus peduli !!

    Budaya yang tergerus zaman, kita harus peduli !!

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Fokus.id.com_Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan warisan yang menakjubkan. Dari Sabang hingga Merauke, ribuan tradisi, bahasa, seni, dan adat istiadat saling berinteraksi untuk membentuk identitas bangsa yang unik dan beragam. Setiap daerah memiliki warisan budayanya sendiri, mencakup tarian, pakaian adat, alat musik tradisional, hingga cerita rakyat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. […]

  • Ketua Sarbumusi ajak sopir truk untuk segera kibarkan bendera Merah Putih

    Ketua Sarbumusi ajak sopir truk untuk segera kibarkan bendera Merah Putih

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) mengundang semua pengemudi truk dan armada logistik yang sebelumnya mengibarkan bendera fiksi dari anime “One Piece” untuk segera mengibarkan bendera Merah Putih di kendaraan mereka. “Menyusul perkembangan situasi nasional saat ini, saya selaku Presiden Konfederasi Sarbumusi mengajak rekan-rekan sopir agar segera mengibarkan bendera Merah Putih setinggi-tingginya,” […]

expand_less