Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » PB PMII Dorong Pemerintah tetapkan darurat bencana Nasional di Sumatra

PB PMII Dorong Pemerintah tetapkan darurat bencana Nasional di Sumatra

  • account_circle Fokus id.com
  • visibility 67
  • comment 0 komentar

Jakarta-Fokusid.com-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai organisasi yang berkomitmen pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial, memandang bahwa bencana besar yang melanda berbagai wilayah di Sumatera saat ini merupakan tragedi yang menuntut perhatian dan tindakan cepat dari seluruh komponen bangsa, terutama pemerintah. Skala dan dampak bencana yang terjadi tidak dapat dianggap sebagai kejadian biasa atau hanya bersifat lokal. Kerusakan masif, korban jiwa yang terus meningkat, serta kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang lumpuh menunjukkan bahwa bencana ini telah melampaui kapasitas pemerintah daerah dan membutuhkan intervensi nasional secara menyeluruh. Oleh karena itu, PB PMII merasa perlu menyampaikan sikap resmi terkait sejumlah kejanggalan dalam respons pemerintah serta tuntutan yang harus menjadi prioritas bersama.

Kerancuan Pemerintah dalam Membaca Status Bencana

PB PMII menilai bahwa pemerintah pusat tidak menunjukkan ketegasan yang seharusnya dalam menetapkan status bencana di Sumatera. Indikasi kerusakan besar, meluasnya area terdampak, dan tingginya jumlah korban secara jelas memenuhi parameter penetapan Bencana Nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Namun, pemerintah masih menempatkannya sebagai bencana skala wilayah, seolah-olah dampaknya dapat ditangani secara mandiri oleh pemerintah daerah. Sikap ambigu ini menunjukkan ketidaktepatan dalam membaca situasi faktual di lapangan dan berdampak pada lambatnya mobilisasi sumber daya yang diperlukan. Dalam kondisi seperti ini, kecepatan adalah kunci. Ketidaktegasan pemerintah justru memperpanjang penderitaan masyarakat dan menghambat hadirnya mekanisme penanggulangan darurat yang seharusnya telah berjalan sejak awal.

Lambannya Penanganan Pemerintah dan Potensi Penutupan Informasi

Selain kerancuan status, PB PMII juga mencermati lambannya upaya penanganan yang dilakukan pemerintah. Berbagai laporan dari kader PMII dan relawan kemanusiaan di lapangan menunjukkan minimnya koordinasi antarlembaga, keterlambatan pendistribusian logistik, minimnya fasilitas evakuasi, serta tidak meratanya akses bantuan. Situasi ini tidak hanya menghambat proses penyelamatan, tetapi juga memperburuk kondisi korban yang membutuhkan penanganan segera.

Keterlambatan yang berulang ini menimbulkan pertanyaan: apakah pemerintah benar-benar menyampaikan kondisi sesungguhnya kepada publik? Ada kesan kuat bahwa pemerintah cenderung mereduksi skala bencana atau menahan informasi tertentu, sehingga publik tidak melihat urgensi yang sesungguhnya. Dalam konteks bencana, transparansi adalah mutlak. Setiap informasi yang ditutup-tutupi hanya akan menghambat mobilisasi solidaritas nasional dan membuat masyarakat semakin rentan. PB PMII menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh mengedepankan kepentingan citra di atas keselamatan rakyat. Negara harus jujur, terbuka, dan mengutamakan keselamatan masyarakat di atas segalanya.

PB PMII Menuntut Penetapan Darurat Bencana Nasional

Berdasarkan perkembangan yang terjadi, PB PMII secara tegas menuntut pemerintah pusat untuk menetapkan bencana di Sumatera sebagai Darurat Bencana Nasional. Penetapan ini bukan sekadar perubahan nomenklatur atau status administratif, tetapi langkah strategis untuk mempercepat mobilisasi seluruh potensi nasional, termasuk TNI, Polri, BNPB, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, hingga lembaga-lembaga pendukung lainnya. Status nasional akan membuka peluang untuk melibatkan dukungan multi-stakeholder, baik nasional maupun internasional, secara lebih luas dan legal.

Banyaknya korban jiwa, hilangnya tempat tinggal, serta kerusakan infrastruktur vital seperti jembatan, rumah sakit, fasilitas pendidikan, dan akses energi menjadi bukti bahwa bencana ini tidak dapat ditangani secara parsial. Pemerintah harus bergerak cepat, sistematis, dan terkoordinasi. Setiap jam keterlambatan berarti nyawa yang terancam.

Gerakan Solidaritas PMII melalui Lembaga Mitigasi dan Penanganan Bencana

Sebagai bentuk kepedulian moral dan sosial secara nyata, PB PMII melalui Lembaga Mitigasi dan Penanganan Bencana PB PMII yang dalam hal ini dipimpin oleh Rico Andi Prastiawan akan menggandeng seluruh Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) di seluruh Indonesia untuk membuka posko bantuan dan penggalangan dana secara massif. Gerakan ini merupakan wujud nyata kehadiran PMII sebagai bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang responsif dan peduli terhadap kondisi bangsa. Penggalangan dana dilakukan bukan hanya untuk membantu kebutuhan dasar para korban seperti makanan, air bersih, pakaian hangat, dan obat-obatan, tetapi juga sebagai dukungan psikososial dan penguatan mental bagi para penyintas. PMII percaya bahwa penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi amanah bersama.

PB PMII menegaskan bahwa dengan adanya Lembaga Mitigasi dan Penanganan Bencana PB PMII, PMII ingin menegaskan bahwa keselamatan rakyat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah harus hadir secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab. Kepada seluruh kader dan alumni PMII di seluruh Indonesia, mari kita terus bergerak, bergandeng tangan, dan menunjukkan bahwa solidaritas adalah kekuatan utama bangsa ini. Semoga bencana ini menjadi pelajaran besar bagi kita semua untuk membangun negeri dengan kesigapan, empati, dan tanggung jawab. (Sumber Berita PMIIID)

Jakarta, 29 November 2025

Mohammad Shofiyulloh Cokro

Ketua Umum PB PMII

Penulis

Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timans Indonesia vs Malaysia:  laga Bergengsi di ASEAN U-23

    Timans Indonesia vs Malaysia: laga Bergengsi di ASEAN U-23

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Timnas U-23 Indonesia akan kembali turun ke lapangan dalam pertandingan ketiga Grup A ASEAN U-23 Championship 2025 melawan Malaysia, Senin malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga ini menjadi penentu hidup-mati bagi skuad Garuda Muda, sekaligus pembuktian sesungguhnya dari proses yang mereka bangun sejak laga perdana. Setelah menjalani dua laga […]

  • Perwakilan Mahasiswa Apresiasi Kesempatan Dialog dengan Pemerintah di Istana Negara

    Perwakilan Mahasiswa Apresiasi Kesempatan Dialog dengan Pemerintah di Istana Negara

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Fokusid.com.Jakarta-Para wakil mahasiswa dari sejumlah organisasi memberikan ucapan terima kasih atas kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pihak pemerintah setelah menghadiri pertemuan bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro di Istana Negara pada Kamis malam, 4 September 2025. Pemerintah sangat terbuka dan […]

  • Menhan Indonesia ,jalin kerja sama bidang teknologi alutsista dengan Turki

    Menhan Indonesia ,jalin kerja sama bidang teknologi alutsista dengan Turki

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa Indonesia berkolaborasi dengan Turki dalam sektor teknologi pertahanan guna memperkuat sistem senjata utama domestik. Kerja sama tersebut diresmikan melalui pertemuan antara Sjafrie dan Sekretaris Industri Pertahanan Turki Haluk Görgün, yang berlangsung di sela-sela International Defence Industry Fair (IDEF) 2025 di Istanbul pada hari Sabtu (26/7). Dalam […]

  • keputusan Prancis akui Negara Palestina, Kemlu Indonesia sambut baik

    keputusan Prancis akui Negara Palestina, Kemlu Indonesia sambut baik

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan bahwa Indonesia mengapresiasi keputusan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam mengakui eksistensi negara Palestina. Dalam keterangan resmi melalui akun X @Kemlu_RI di Jakarta pada Sabtu, pengakuan tersebut dianggap sebagai langkah yang konstruktif untuk memastikan adanya peluang masa depan bagi pembentukan negara Palestina yang berdaulat dan mandiri melalui […]

  • Sengketa Tanah di Karangharjo Berakhir  Damai Lewat Musyawarah Kekeluargaan photo_camera 1

    Sengketa Tanah di Karangharjo Berakhir Damai Lewat Musyawarah Kekeluargaan

    • account_circle Ardinata
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Jember – Perselisihan kepemilikan tanah di Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, akhirnya menemui titik terang melalui jalur musyawarah kekeluargaan usai dimediasi di Kantor Polsek Sempolan. Mediasi ini mempertemukan ahli waris almarhumah B. Almi Marsak dengan keluarga B. Rifatul Muawanah pada hari Kamis, 5 Februari 2026. Kuasa hukum ahli waris B. Almi Marsak, Winarsih yang […]

  • Presiden Prabowo: Gajah Salah Satu Binatang Kesayangan Saya, dalam Kongres PSI,

    Presiden Prabowo: Gajah Salah Satu Binatang Kesayangan Saya, dalam Kongres PSI,

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Fokusid.com – Prabowo Subianto, Presiden Indonesia yang ke-8, menyatakan bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mampu memahami emosi dan pikirannya terkait pemilihan gajah sebagai lambang baru mereka yang ditetapkan dalam Kongres pertama di Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 19-20 Juli 2025. Saat berpidato di hadapan para peserta acara penutupan Kongres PSI, presiden menyebutkan bahwa gajah adalah […]

expand_less