AS-Venezuela ketegangan meningkat Donald Trump akui bertelepon dengan Nicolas Maduro
- account_circle Fokus id.com
- visibility 42
- comment 0 komentar

Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump meninggalkan Gedung Putih di Washington, D.C. Selasa (25/11/2025) waktu setempat. Doc ANTARA
Istanbul- Fokusid.com– Pada hari Minggu (30/11), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa ia telah berbicara lewat telepon dengan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, di tengah situasi tegang terkait ruang udara.
“Saya tidak ingin memberikan komentar lebih lanjut. Jawabannya adalah ya,” ucap Trump kepada awak media di dalam pesawat Air Force One saat kembali ke Washington, DC setelah berlibur Thanksgiving di Mar-a-Lago, Florida.
Namun, Trump menolak untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai isi pembicaraan tersebut dengan Maduro.
“Saya tidak akan menyatakan apakah pembicaraan itu berjalan baik atau tidak,” kata presiden AS itu menambahkan.
Trump juga menyampaikan bahwa Amerika Serikat tidak melihat Venezuela sebagai negara yang bersahabat.
“Mereka telah mengirimkan jutaan orang, banyak dari mereka seharusnya tidak berada di negeri kami, termasuk narapidana, anggota geng, dan pengedar narkoba,” ungkap Trump.
Saat ditanya apakah peringatannya baru-baru ini terkait ruang udara Venezuela menandakan kemungkinan serangan udara, Trump menjawab: “Jangan mengartikan itu dengan cara apa pun. ”
The New York Times, yang mengutip beberapa sumber, melaporkan pada Jumat (28/11) bahwa kedua pemimpin tersebut melakukan percakapan telepon pekan lalu yang juga membahas kemungkinan pertemuan antara mereka.
Konfirmasi mengenai pembicaraan telepon tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Caracas, dengan Trump sebelumnya menyatakan bahwa ruang udara Venezuela akan “ditutup sepenuhnya. ”
Venezuela mengecam pernyataan tersebut dan meminta “penghormatan tanpa syarat” terhadap ruang udaranya.
Pernyataan Trump itu muncul setelah Amerika Serikat meningkatkan operasi militer di seluruh Amerika Latin setelah berbulan-bulan.
Negara besar itu mengerahkan Marinir, kapal perang, pesawat tempur dan pembom, kapal selam, serta drone di tengah spekulasi bahwa Washington berpotensi melakukan serangan terhadap Venezuela.
Trump juga mengumumkan pada Kamis (27/11) bahwa AS “akan segera” mengambil tindakan terhadap para pengedar narkoba di Venezuela, setelah 21 operasi militer di laut sejak bulan September yang telah menewaskan setidaknya 83 orang.
Sementara itu, pada hari Minggu Venezuela meminta dukungan dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara-negara anggotanya untuk bekerjasama melawan “agresi” AS.
Permintaan tersebut disampaikan setelah Maduro menyatakan bahwa Washington mengancam akan merebut cadangan minyak besar negara Amerika Latin itu dengan menggunakan kekuatan militer. (Sumber Antara)
Penulis Fokus id.com
Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Saat ini belum ada komentar