BRIN Ajak IAEI dan Dunia Usaha Bangun Ekosistem Inovasi Nasional,Perkuat Ekonomi Islam
- account_circle Fokus id.com
- visibility 37
- comment 0 komentar

Kepala BRIN Prof Arif Satria alam Rapat Kerja Nasional Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) yang dilaksanakan di Hotel Ritz Carlton, Jumat (28/11) di Jakarta( Doc Brin)
Jakarta –Fokusid.com- Indonesia, yang memiliki jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia, membawa harapan untuk menjadi pemimpin di tingkat global dalam sektor ekonomi syariah. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Kerja Nasional Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) yang berlangsung di Hotel Ritz Carlton, pada Jumat (28/11) di Jakarta, dengan mengundang para pengusaha Muslim serta perwakilan dari pemerintah seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, serta Kementerian PPN/Bappenas.
Dalam pertemuan tersebut, Prof Arif Satria selaku Kepala BRIN menekankan bahwa masa depan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada kemampuan untuk membangun ekonomi yang didorong oleh inovasi. Ia mengajak IAEI dan para pengusaha Muslim untuk aktif dalam menciptakan inovasi agar ekonomi syariah dapat bersaing di level global. “Ekonomi Islam tidak dapat berkembang tanpa adanya inovasi sebagai dasar. Ekosistem penelitian, infrastruktur, pendanaan, sumber daya manusia, dan kerjasama antar berbagai pihak perlu diperkuat,” ungkapnya.
Arif juga menyatakan bahwa konsep halalan thayyiban menjadi salah satu topik penting dalam perbincangan. Dalam hal ketahanan pangan, BRIN memperkenalkan berbagai inovasi untuk menangani masalah kehilangan dan pemborosan makanan, termasuk teknologi Mesin Pengawet Pangan (Food Saver) serta fasilitas iradiasi yang bertujuan memperpanjang masa simpan produk-produk UMKM agar tetap bersaing di pasar ekspor.
Kerja sama antar lembaga dianggap sangat penting. “Harmonisasi visi antara BRIN, Kemendiktisaintek, rektor-rektor, IAEI, serta seluruh ekosistem ekonomi syariah diharapkan dapat memberikan angin segar untuk masa depan ekonomi Islam di Indonesia,” kata Arif.
Di sisi lain, Arif juga menggarisbawahi ketidakseimbangan dalam anggaran riset nasional jika dibandingkan dengan negara-negara serta universitas riset terkemuka dunia. Ia berpendapat bahwa investasi riset yang minim berpengaruh langsung pada daya saing ekonomi Islam. Meskipun Indonesia berhasil naik peringkat dari 85 ke 55 dalam Indeks Inovasi Global, Arif menilai posisi ini masih jauh tertinggal dibandingkan Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Singapura. “Target kita adalah menduduki peringkat 49 pada tahun 2029, namun kami ingin berada di posisi 30 besar,” jelasnya.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan bahwa angka-angka yang sebelumnya dianggap luar biasa dan tidak realistis kini terhubung dengan kenyataan dunia korporasi di era digital. Ia memberi contoh valuasi perusahaan pembuat perangkat keras AI, Nvidia, yang saat ini mencapai 4,9 triliun USD. Tantangan ini memaksa IAEI untuk menjadi motor penggerak ekonomi Islam melalui inovasi dan percepatan riset.
“IAEI harus dapat menjadi penggerak ekonomi Islam. Kita perlu menunjukkan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, dapat menjadi teladan dalam ekonomi Islam yang berorientasi pada kesejahteraan,” tegasnya.
Deputi Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas, Vivi Yulaswati menekankan bahwa nilai-nilai ekonomi Islam yang mengedepankan keadilan, keseimbangan, dan kesejahteraan sejalan dengan visinya untuk membangun RPJP 2025-2045 menuju Indonesia Maju dan trisula pembangunan nasional yang mencakup pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya zakat, infak, wakaf, larangan riba, dan muamalah sebagai alat ekonomis yang, jika dioptimalkan, dapat memperkuat sistem distribusi dan inklusi. Digitalisasi, tambahnya, berfungsi sebagai mesin penghubung, “Digitalisasi mempercepat integrasi keuangan syariah, industri halal, dan UMKM(Referensi sumber Brin)
Penulis Fokus id.com
Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Saat ini belum ada komentar