BRIN Kaji Kesiapan ASEAN Hadapi AI, prioritaskan Tata Kelola dan Etika Akademik
- account_circle Fokus id.com
- visibility 43
- comment 0 komentar

Ilustrasi (Doc Brin)
Jakarta – Fokusid.com. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di universitas-universitas di kawasan ASEAN terus meningkat, tetapi ada perbedaan yang signifikan dalam kesiapan dan pengelolaan antarnegara. Hal ini terungkap dalam presentasi hasil penelitian sistematis yang disampaikan oleh Peneliti dari Pusat Riset Pendidikan (Pusrisdik) BRIN, Farida Hanun, dalam Seminar Naskah Publikasi dan Monitoring Evaluasi yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom, pada hari Kamis (27/11).
Farida mengungkapkan bahwa tingkat kesiapan untuk mengadopsi AI di perguruan tinggi di ASEAN tidak seragam. Singapura tercatat sebagai negara yang paling siap dalam hal implementasi dan pengelolaan, sementara Kamboja, Laos, dan Myanmar masih berada di awal perjalanan. Di sisi lain, Indonesia dianggap berada pada tahap pertumbuhan, meskipun belum memiliki kerangka regulasi dan pengelolaan AI yang terintegrasi di sektor pendidikan tinggi.
Penelitian yang melibatkan tinjauan terhadap 40 studi terpilih tersebut menemukan bahwa faktor pendorong utama penggunaan AI di universitas berasal dari kemudahan pemakaian, keuntungan akademis, dan dukungan dari institusi. Namun, Farida memperingatkan bahwa ada peningkatan risiko ketergantungan di kalangan mahasiswa. “Ketergantungan mulai muncul ketika AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, melainkan mengambil alih proses berpikir siswa,” ujarnya.
Selain masalah ketergantungan, penelitian ini juga menyoroti isu terkait integritas akademik, seperti kemungkinan plagiarisme yang menggunakan AI, hilangnya catatan proses pembelajaran, serta kerentanan terhadap privasi dan keamanan data. Oleh karena itu, Farida menekankan pentingnya untuk memiliki kebijakan yang etis dan bertanggung jawab dalam menggunakan AI. “Universitas perlu memiliki aturan pengungkapan, penilaian yang autentik, dan pengelolaan AI yang berlapis agar penggunaan tetap dalam batas yang wajar,” tegasnya.
Farida juga mengungkapkan bahwa tulisan ilmiah dari penelitian ini telah diajukan ke jurnal yang memiliki reputasi tinggi. Ia menyatakan bahwa kemajuan penelitian telah berjalan dengan baik, namun masih terdapat kendala administratif dalam urusan surat menyurat dan keuangan. “Di masa mendatang, sistem administrasi perlu dibuat lebih efisien,” tambahnya.
Presentasi ini merupakan bagian dari komitmen BRIN dalam mengembangkan penelitian pendidikan yang relevan dengan tantangan transformasi digital, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem penggunaan AI yang inklusif, etis, dan aman di perguruan tinggi di ASEAN. (Sumber Referensi Brin)
Penulis Fokus id.com
Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Saat ini belum ada komentar