Badan Gizi Nasional rekrut sarjana sesuai kebutuhan Ahli gizi
- account_circle Fokus id.com
- visibility 37
- comment 0 komentar

Kepala BGN Dadan Hindayana (dua dari kanan) dalam rapat bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan (dua dari kiri) di Jakarta, Rabu (3/12/2025). Doc ANTARA
Jakarta-Fokusid.com – Badan Gizi Nasional (BGN) kini membuka kesempatan untuk merekrut lulusan dari jurusan kesehatan masyarakat, teknologi pangan, pengolahan makanan, dan keamanan pangan guna memenuhi kebutuhan akan ahli gizi di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Terutama kami mencari lulusan gizi, tetapi saat ini juga menerima lulusan dari kesehatan masyarakat, teknologi pangan, pengolahan makanan, atau keamanan pangan,” ungkap Kepala BGN Dadan Hindayana di Jakarta, pada hari Rabu.
Para lulusan ini akan ditempatkan di SPPG-SPPG yang masih kekurangan ahli gizi. Hingga akhir tahun 2025, sudah ada 16. 630 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia.
“Setiap SPPG membutuhkan satu ahli gizi dari program studi yang telah saya sebutkan sebelumnya,” jelas Dadan.
Dia menekankan pentingnya tiga pilar utama dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di masing-masing SPPG, yang terdiri dari kepala SPPG, akuntan, dan ahli gizi, harus diisi oleh lulusan yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing, mengingat Program MBG telah menjadi prioritas nasional untuk masa depan anak-anak di Indonesia.
“Di SPPG harus ada tiga unsur, yaitu kepala SPPG, akuntan, dan ahli gizi. Namun, saat ini kami mengalami kekurangan ahli gizi, sehingga kami mengizinkan lulusan dari lima jurusan tersebut untuk mengisi posisi ahli gizi di SPPG,” jelasnya.
Saat ini, Program MBG diperkirakan telah melayani 47,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. BGN menargetkan untuk mencapai 82,9 juta penerima manfaat pada Maret atau April 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Program MBG menjadi fokus utama pemerintah pada tahun 2026 dengan anggaran sebesar Rp335 triliun.
Presiden Prabowo Subianto pada akhir November 2025 juga menyampaikan bahwa Program MBG telah berhasil memproduksi lebih dari 2 miliar porsi makanan. Presiden kembali menegaskan bahwa penerima MBG terdiri dari ibu hamil, balita, dan siswa sekolah.
“Kita sudah mencapai lebih dari 44 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak di seluruh Indonesia, ibu-ibu yang sedang hamil, dan anak-anak usia dini,” ungkap Prabowo.
Presiden menambahkan bahwa dengan jumlah penerima manfaat tersebut, setidaknya 2 miliar porsi makanan telah diproduksi dan disajikan oleh SPPG.
Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan total realisasi yang sebelumnya diproyeksikan sebesar 1,8 miliar porsi.
“Setiap hari kita sudah memproduksi 2 miliar porsi makanan yang telah disampaikan kepada penerima manfaat. Ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan,” kata Prabowo. (Referensi sumber Antara)
Penulis Fokus id.com
Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Saat ini belum ada komentar