Doa Kebangsaan 80 Tahun Indonesia Merdeka, di Hadiri Lintas Agama
- account_circle Fokus id.com
- visibility 95
- comment 0 komentar

Doa kebangsaan lintas agama yang digelar di Tugu Proklamasi, Jakarta, pada Jumat (01/08/2025) Doc setpres
Fokusid.com-Doa kebangsaan yang melibatkan berbagai agama berlangsung di Tugu Proklamasi, Jakarta, pada Jumat (01/08/2025), menyajikan momen sakral yang mencerminkan keselarasan dalam keberagaman. Perwakilan dari berbagai agama turut melaksanakan doa untuk bangsa, seraya menyampaikan harapan dan refleksi mengenai perjalanan panjang kemerdekaan Indonesia.
“Mari kita aminkan doa-doa yang disampaikan dengan tulus oleh para pemimpin masyarakat kita, tokoh lintas agama pada malam ini sebagai bentuk pengakuan bahwa kita semua memiliki tekad yang sama untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa kita yang tercinta,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya.
Romo Fransiskus Yance Sengga, seorang tokoh Katolik, mengungkapkan bahwa doa kebangsaan tahun ini memberikan kesan yang mendalam, memberikan ketenangan dan menunjukkan nuansa keberagaman. Dalam kesempatan itu, Romo Yance menekankan pentingnya menjalin kasih di antara semua warga negara.
“Mari kita saling mencintai agar bangsa ini menjadi bangsa yang berharga di mata dunia, dan kita semua di dalamnya dapat melangkah bersama pimpinan kita mewujudkan cita-cita proklamator kita, Bung Karno dan Bung Hatta,” ucap Romo Yance.
Sementara itu, tokoh Hindu, I Gusti Made Sunartha menganggap acara ini sebagai wujud dari sila pertama Pancasila. Ia berharap momen ini dapat menjadi pendorong integrasi dan loyalitas kepada bangsa, serta mengajak semua elemen untuk menjaga keseimbangan dengan alam, sesama manusia, Tuhan, dan pemimpin bangsa.
“Penghayatan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Indonesia terlihat hari ini dengan adanya enam agama yang berdoa bersama. Doa lintas kebangsaan ini merupakan bukti bahwa kemerdekaan tidak dapat terpisah dari perjuangan para pemimpin agama di masa lalu,” katanya.
Tokoh Buddha, Bante Damawudo, juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap partisipasi komunitas Buddhis dalam kegiatan doa lintas agama ini. “Dengan jujur ini merupakan yang pertama kalinya, jadi kami sangat senang diundang untuk beribadah bersama dengan Direktorat Jenderal Agama Islam yang menjadi penyelenggara acara ini,” ujarnya.
Selain itu, Pendeta Tommy Lengkong dan Pendeta Mulia Tibriani, kedua tokoh Kristen Protestan yang hadir, sepakat bahwa acara ini merefleksikan kebersamaan yang sebenarnya. Mereka berharap seluruh masyarakat Indonesia dapat merasakan persatuan dan keadilan sebagai manifestasi dari Indonesia yang damai dan makmur.
“Kita tidak membahas soal mayoritas atau minoritas. Tidak ada istilah Islam dan non-Islam di sini. Yang kita lihat adalah kebersamaan malam ini. Kebersamaan itu sangat indah,” ujar Pendeta Tommy.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, tokoh Konghucu, Wonsei Sunarta Hidayat, juga menyampaikan rasa senangnya dapat berpartisipasi dalam doa kebangsaan ini.
“Kita sebagai manusia tentunya sangat rentan, banyak hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri dan memerlukan bantuan dari Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, kami berharap melalui doa ini, Indonesia ke depan benar-benar bisa lebih baik,” tuturnya. (Sumber BPMI Setpres)
Penulis Fokus id.com
Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Saat ini belum ada komentar