Kemenperin tegaskan dukung Magang Nasional Perkuat SDM di sektor industri
- account_circle Fokus id.com
- visibility 40
- comment 0 komentar

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita (
Jakarta-Fokusid.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan dukungannya terhadap program Magang Nasional yang merupakan kebijakan utama Presiden Prabowo Subianto, mengingat inisiatif ini dapat memperkuat sumber daya manusia di sektor industri guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa magang memiliki peranan penting dalam mempercepat persiapan tenaga kerja muda sebelum mereka terjun ke dunia industri.
“Melalui program magang, lulusan pendidikan tinggi mendapatkan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan nyata dalam industri, sekaligus memahami lingkungan kerja modern yang menuntut disiplin, produktivitas, dan kemampuan untuk berinovasi,” ujarnya dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Selasa.
Menperin menekankan betapa pentingnya kerjasama antar semua pihak untuk memastikan keberhasilan program ini, terutama dari industri yang diharapkan dapat membuka kesempatan bagi partisipasi.
“Partisipasi dari sektor industri akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ketersediaan tenaga kerja yang terampil dan kelancaran dalam proses rekrutmen, sekaligus membantu meningkatkan daya saing dalam sektor manufaktur nasional,” tambahnya.
Menperin juga menggarisbawahi bahwa magang harus menjadi upaya nasional yang melibatkan pemerintah, sektor industri, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan generasi muda yang siap bersaing di tingkat global.
Ia menyatakan bahwa investasi dalam pengembangan SDM melalui program magang akan memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas nasional, percepatan industrialisasi, serta penciptaan ekonomi yang bernilai tambah tinggi.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko Cahyanto menjelaskan bahwa dukungan Kemenperin diwujudkan melalui fasilitas, pendampingan, serta penyediaan platform layanan pengembangan keterampilan dan promosi karir di bidang industri.
“Platform ini dirancang untuk menghubungkan lulusan perguruan tinggi dengan kesempatan magang dan pekerjaan di berbagai sektor manufaktur,” ungkapnya.
Langkah tersebut sejalan dengan usaha untuk memanfaatkan momentum bonus demografi Indonesia, yang ditandai dengan 69 persen dari populasi berada dalam usia produktif pada tahun 2025. Eko menegaskan bahwa magang adalah alat yang krusial untuk menghubungkan dunia pendidikan dengan industri.
Sekjen Kemenperin juga mengajak pelaku industri untuk berperan aktif, mengingat semua biaya peserta magang ditanggung oleh pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan.
“Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga memahami budaya kerja di industri, standar keselamatan, dan semangat inovasi yang diperlukan dalam sistem produksi modern,” jelasnya.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyatakan bahwa Kemenperin memiliki infrastruktur pendidikan vokasi yang terintegrasi dalam peningkatan SDM industri.
“Seluruh institusi pendidikan dan lembaga terkait, baik itu perguruan tinggi vokasi, SMK Industri, balai pelatihan industri, maupun unit kerja standardisasi dan layanan jasa industri, secara bersama-sama berkomitmen untuk menyukseskan program magang nasional dengan membuka kesempatan magang,” tambahnya.
Dalam hal pelaksanaan, Kementerian Ketenagakerjaan telah menyiapkan 100 ribu kuota untuk peserta magang yang ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi dengan masa kelulusan maksimal satu tahun.
Program ini berlangsung selama enam bulan dan peserta akan menerima tunjangan setara dengan upah minimum kabupaten (UMK) sesuai dengan lokasi penyelenggara magang. (Sumber Referensi Antara)
Penulis Fokus id.com
Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Saat ini belum ada komentar