Jakarta-Fokusid.com – Puan Maharani, selaku Ketua DPR RI, telah menerima kunjungan dari Wang Huning, Ketua Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok, di kompleks parlemen Jakarta pada hari Rabu. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama terkait isu-isu strategis baik di tingkat nasional maupun global.
Ia menyampaikan bahwa kedekatan antara kedua negara juga terlihat dari partisipasi aktif di berbagai forum multilateral. Indonesia dan China diyakini memiliki pandangan yang sejalan dalam memperkuat multilateralisme yang efektif demi menangani isu global, seperti perubahan iklim dan ketidakmerataan ekonomi.
“Saya ingin menekankan betapa kami menghargai kehadiran Tiongkok diwakili oleh National People’s Congress yang senantiasa aktif sebagai Pengamat dalam pertemuan ASEAN Interparliamentary Assembly (AIPA),” ujar Puan.
Di samping itu, ia juga menjelaskan bahwa Parlemen Indonesia dan China berpartisipasi aktif dalam forum BRICS, termasuk dalam BRICS Parliamentary Forum yang ke-11 yang digelar di Brasilia pada bulan Juni lalu.
“Dalam kondisi dunia yang semakin terbelah, forum internasional seperti ASEAN dan BRICS memiliki peranan penting dalam memperkuat sistem internasional yang adil dan setara,” tambahnya.
Terkait kerjasama ekonomi, ia mengapresiasi pertumbuhan pesat kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok.
Dia menekankan bahwa Tiongkok tetap menjadi salah satu mitra perdagangan dan investor terbesar bagi Indonesia.
Hal ini dapat dilihat dari data perdagangan yang menunjukkan pada tahun 2024, total nilai perdagangan antara Indonesia dan China mencapai 147,8 miliar dolar AS, yang meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sementara itu, investasi Tiongkok di Indonesia pada tahun 2024 juga mencapai 8,2 miliar dolar AS, menjadikannya sebagai investor asing terbesar ketiga di Indonesia.
Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan bahwa Indonesia dan Tiongkok telah menyepakati berbagai bentuk kerjasama ekonomi.
Di antaranya, ada nota kesepahaman terkait transaksi menggunakan mata uang lokal, serta pengembangan bidang ekonomi dan industri, yang menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kerjasama yang saling menguntungkan.
“Saya berharap Indonesia dan Tiongkok dapat terus membangun serta mengembangkan hubungan kerjasama yang positif demi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan kedua negara. Ini juga sekaligus berkontribusi bagi kemajuan ekonomi negara-negara berkembang atau Global South,” tandasnya. (sumber Referensi Antara)


.png)








