Menag Prof Nasaruddin Umar : CKG di pesantren bukti kebijakan pemerintah yang inklusif
- account_circle Fokus id.com
- visibility 99
- comment 0 komentar

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memimpin peninjauan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta, Senin (4/8/2025).Doc ANTARA/
Jakarta (Fokusid.com) – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di pesantren dan madrasah menunjukkan komitmen pemerintah untuk kebijakan yang inklusif. “Kita tidak hanya peduli pada anak-anak di sekolah umum, tapi juga di pondok pesantren dan ini berlangsung di ponpes, sehingga tidak ada perbedaan perlakuan antara madrasah dan sekolah,” jelas Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut di Jakarta, pada hari Senin.
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar mengawasi pelaksanaan program CKG yang dilaksanakan secara serempak untuk siswa dan santri di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta. Menag menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan ini merupakan langkah penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Sebab, menciptakan generasi yang unggul tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan gizi.
Di Ponpes Asshiddiqiyah, lanjutnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh pada santri. Terdapat 15 elemen penting yang dijadikan acuan dalam pemeriksaan tersebut. “Misalnya, banyak masalah terkait gigi, termasuk gigi berlubang, dan ini merupakan perhatian besar. Konsep pemerintah saat ini mengedepankan hal-hal yang sangat rinci,” tuturnya.
Dia menjelaskan bahwa pendekatan pemerintah saat ini tidak hanya bersifat kuratif atau pengobatan, namun lebih kepada pencegahan. Dengan demikian, penyakit yang sebelumnya mungkin tidak terdeteksi, dapat dikenali lebih awal.
Dia juga berharap agar CKG ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk tidak hanya datang ke rumah sakit atau puskesmas saat sudah sakit. Namun, menjadikan pemeriksaan ini sebagai rutinitas dalam upaya pencegahan. “Jadi, bukan hanya bagaimana menyembuhkan penyakit yang diderita seseorang, tetapi lebih pada mempertahankan kesehatan, karena pencegahan jauh lebih murah dibandingkan biaya pengobatan di rumah sakit, yang tentu lebih mahal,” ungkapnya.
Pemerintah memperluas program CKG ke seluruh lembaga pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama untuk menjangkau jutaan siswa dari jenjang SD hingga SMA dan madrasah.
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Adita Irawati menginformasikan bahwa program CKG mulai dilaksanakan serentak pada hari Senin (4/8) di 12 sekolah di berbagai daerah. “Pemerintah ingin memastikan semua warga negara Indonesia sehat dan memiliki akses ke layanan kesehatan,” tambahnya.
Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, program CKG telah menjangkau lebih dari 16 juta orang hingga 1 Agustus 2025. Pemerintah menargetkan total 281 juta penduduk akan menerima manfaat dari CKG, termasuk 53,8 juta siswa dari 282 ribu satuan pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA, Madrasah, hingga Sekolah Rakyat. (Sumber Antara)
Penulis Fokus id.com
Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Saat ini belum ada komentar