Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan » Meneladani Tokoh Proklamator Bung Karno Awet Muda & Cara Didik Anak

Meneladani Tokoh Proklamator Bung Karno Awet Muda & Cara Didik Anak

  • account_circle Fokus id.com
  • visibility 253
  • comment 0 komentar

FOKUSID.COM-Wartawan dari harian Manila Times pernah melakukan wawancara dengan Bung Karno sekitar tahun 1963. Wartawan tersebut bernama Nimia P. Arroyo. Ia mengajukan berbagai pertanyaan kepada Bung Karno, terutama mengenai hal-hal yang bersifat pribadi, mulai dari rahasia untuk tampak awet muda, tokoh yang ia kagumi, cara mendidik anaknya, hingga aktivitas sehari-harinya. Wawancara antara Nimia dan Bung Karno itu kemudian ditulis kembali oleh Nurjana Sutarjo di dalam Majalah Api Islam: Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat, yang diterbitkan pada tahun 1965. Majalah Api Islam dipimpin oleh Ahmad Notosutarjo, dan mendapatkan dukungan dari tokoh NU seperti KH. Idham Khalid dan KH. Saifuddin Zuhri yang diminta untuk menjadi pembinanya.

Saat diwawancarai, Bung Karno menyatakan bahwa ia tidak memiliki rahasia atau perawatan khusus apa pun. Meskipun ada yang menyebut bahwa wajahnya masih tampak muda di usianya yang sudah 62 tahun, hal itu mungkin berkat rutinitas berjalan kaki setiap pagi yang ia terapkan dengan disiplin. “Saya tidak memiliki rahasia, saya selalu berolahraga, setelah bangun pagi, saya selalu jalan-jalan,” ujar Bung Karno. Selain itu, ia juga terbiasa berdoa sepanjang waktu. Bahkan ketika berbincang dengan orang lain, beliau berusaha untuk tidak melupakan berdoa kepada Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhan selalu mendengar doa umat-Nya di mana pun mereka berada. Saking biasanya beliau berdoa, dalam pidato di depan publik, terkadang ia berhenti sejenak untuk berdoa.
Gaya Hidup Sederhana Bung Besar

Terkait dengan makanan, Bung Karno mengungkapkan bahwa dia tidak menyukai hidangan yang glamor. Ia lebih senang dengan makanan yang sederhana. Dia lebih memilih ikan daripada daging. Salah satu jenis ikan yang sangat disukainya adalah ikan kering yang berasal dari Filipina, yaitu “ikan daeng”. Selain berjalan kaki, Bung Karno sebenarnya tidak selalu tertarik pada olahraga. Dia memiliki hobi mengumpulkan karya seni dalam berbagai bentuk, termasuk musik. Meskipun tidak bisa memainkan alat musik, dia menikmati mendengarkan musik dan bernyanyi, terutama lagu-lagu yang berasal dari perasaan dan menggambarkan emosi masyarakat.

Hal-hal yang berasal dari perasaan yang tulus sering kali menghasilkan karya yang indah dan dapat menarik perhatian banyak orang. Inilah yang menjadi ciri khas Bung Karno dalam berpidato. Ia selalu menyuarakan apa yang ada di dalam hatinya. Ia menolak untuk dianggap sebagai seorang orator ulung, melainkan berusaha menyampaikan apa yang dirasakannya. “Saya rasa bukan begitu, saya hanya mengungkapkan apa yang ada di hati. Saya tidak pernah berbohong,” kata Bung Karno. Bung Karno juga menyatakan bahwa dia berbicara dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Siapa pun yang mendengarnya pasti paham dan ingin terus mendengarkan. Ia berbicara layaknya seorang ayah yang sedang berbincang dengan anaknya. Bahkan, jarang sekali dia bersiap sebelum memberi pidato. Ia lebih suka berbicara secara spontan.

Inspirator Sang Proklamator

Sebagai seorang pemimpin, Bung Karno tentunya memiliki sumber inspirasi. Ia tidak tiba-tiba menjadi pemimpin besar. Prosesnya penuh liku, dan ia selalu menikmati membaca serta belajar dari pengalaman para pemimpin sebelumnya. Ketika ditanya mengenai tokoh yang menjadi inspirasinya, Bung Karno menyebutkan beberapa sosok yang dikaguminya, baik dalam seni, filsafat, maupun pemikiran. Beberapa tokoh yang dikaguminya termasuk Jefferson, Lenin, Nehru, Eisenhower, Aguinaldo, dan Bertrand Russell yang juga merupakan temannya. Tiba-tiba Nimia bertanya tentang Winston Churchill, penasaran dengan pendapat Bung Karno. Ia tidak melupakan kontribusi Churchill dalam Atlantic Charter, yang menjanjikan kebebasan untuk negara-negara besar maupun kecil. Namun, ketika ditanya mengenai India, ia marah dan mengatakan bahwa ia tidak akan memimpin negerinya untuk menghancurkan kekuasaan Inggris. “Kalau begitu, untuk apa Churchill menandatangani Atlantic Charter. . ,” tambah Bung Karno.

Parenting Bapak Bangsa

Mengenai pendidikan anak, Bung Karno mengatakan bahwa ia melatih anak-anaknya sejak kecil untuk mencintai Indonesia. Ia mendidik mereka dengan cara tradisional, bukan dengan metode yang berasal dari luar. Anak-anak Bung Karno didorong untuk berpartisipasi dalam perayaan 17 Agustus dengan menampilkan tarian tradisional Indonesia. Ia melarang anak-anaknya untuk menari dengan gaya barat. Menurutnya, dengan mempelajari tarian Indonesia, mereka akan lebih bangga terhadap tanah airnya.

Selain itu, Bung Karno tidak pernah melarang anaknya untuk menikah dengan siapa pun, asalkan mereka mencintai Indonesia dan menyayangi negara ini. Meskipun sebenarnya ia berharap anak-anaknya menikah dengan orang-orang sebangsanya, jika ada yang ingin menikah dengan orang asing, ia pun tidak bisa melarang. Sebagai seorang Presiden, aktivitas Bung Karno sangatlah padat. Dia mengungkapkan bahwa dia bekerja tidak kurang dari 18 jam dalam sehari. Ia melayani setiap tamu yang datang, bahkan pada malam hari sekalipun. “Saya bangun jam 6 pagi, saya berjalan di kebun dan taman untuk memeriksa apakah tanaman tumbuh dengan baik. Terkadang saya menerima tamu dengan mengenakan piyama. Setelah sarapan, saya menerima tamu atau bekerja di ruang kerja. Setelah makan siang, saya istirahat dan membaca, kemudian melanjutkan bekerja hingga larut malam,” demikian penjelasan Bung Karno. (Sumber islami.co)

Penulis

Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemdiktisaintek Launching program akselerasi pendidikan tenaga medis

    Kemdiktisaintek Launching program akselerasi pendidikan tenaga medis

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi memperkenalkan Program Akselerasi untuk Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan bagi Tenaga Medis yang bertujuan untuk memperluas dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi dalam bidang kesehatan. Langkah ini diambil untuk mendukung percepatan pelaksanaan AstaCita yang dinyatakan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming […]

  • KKN Kelompok 5 kampus Universitas Al-Hikmah Indonesia : adakan Seminar UMKM Cerdas Digital,untuk Pemberdayaan UMKM Desa

    KKN Kelompok 5 kampus Universitas Al-Hikmah Indonesia : adakan Seminar UMKM Cerdas Digital,untuk Pemberdayaan UMKM Desa

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Ketodan, Tuban,Fokusid.com– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 5 Universitas Al-Hikmah Indonesia melaksanakan kegiatan seminar UMKM bertajuk “Pemberdayaan UMKM Desa melalui Digital Marketing” yang berlangsung di Balai Desa Ketodan pada hari Selasa, 19 Agustus 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat serta perangkat desa. Seminar ini bertujuan memberikan […]

  • Timans Indonesia vs Malaysia:  laga Bergengsi di ASEAN U-23

    Timans Indonesia vs Malaysia: laga Bergengsi di ASEAN U-23

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Timnas U-23 Indonesia akan kembali turun ke lapangan dalam pertandingan ketiga Grup A ASEAN U-23 Championship 2025 melawan Malaysia, Senin malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga ini menjadi penentu hidup-mati bagi skuad Garuda Muda, sekaligus pembuktian sesungguhnya dari proses yang mereka bangun sejak laga perdana. Setelah menjalani dua laga […]

  • Amerika Serikat (AS) ambil alih Kepemimpinan G20 dari Afrika Selatan (Afsel) akan fokus pada Sektor Ekonomi

    Amerika Serikat (AS) ambil alih Kepemimpinan G20 dari Afrika Selatan (Afsel) akan fokus pada Sektor Ekonomi

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com – Amerika Serikat (AS) secara resmi telah mengambil alih kepemimpinan G20 dari Afrika Selatan (Afsel) dan bertekad untuk mengangkat isu-isu ekonomi selama masa kepemimpinannya di kelompok negara dan kawasan dengan perekonomian besar tersebut. “Mulai hari ini, 1 Desember 2025, Amerika Serikat resmi menjadi ketua G20 untuk tahun 2026,” ujar Departemen Luar Negeri (Deplu) AS […]

  • kemenhub RI terpilih jadi Anggota Dewan IMO Kategori C periode 2026–2027

    kemenhub RI terpilih jadi Anggota Dewan IMO Kategori C periode 2026–2027

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com– Indonesia telah resmi kembali terpilih sebagai anggota Dewan IMO Kategori C untuk periode 2026–2027 dalam Sidang ke-34 Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/IMO) yang diadakan di London, Inggris. Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, yang memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut, mengungkapkan bahwa Indonesia terpilih setelah menerima dukungan dari 138 negara, meraih peringkat kelima […]

  • KP2MI dan Kemenpar  latih pekerja migran sebagai duta pariwisata

    KP2MI dan Kemenpar latih pekerja migran sebagai duta pariwisata

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Kementerian Pariwisata memperkuat kemitraan dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan sepakat untuk berkolaborasi dalam melatih pekerja migran menjadi duta pariwisata Indonesia. “Saya sangat menghargai kerja sama yang baik ini dengan Bapak Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan tim,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa. […]

expand_less