Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Menkeu Purbaya ungkap modus penghindaran bea keluar oleh eksportir

Menkeu Purbaya ungkap modus penghindaran bea keluar oleh eksportir

  • account_circle Fokus id.com
  • visibility 49
  • comment 0 komentar

Jakarta-Fokusid.com– Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya empat cara penghindaran bea keluar yang sering digunakan oleh para eksportir untuk mengelak dari kewajiban pungutan saat mengekspor barang, yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara.

Keempat cara tersebut meliputi kesalahan administratif dalam menginformasikan jumlah atau jenis barang serta pos tarif, praktik antarpulau yang menyamarkan barang ekspor sebagai barang domestik, cara penyembunyian dengan mencampurkan barang ilegal ke barang legal, serta penyelundupan langsung melalui ekspor tanpa dokumen yang sah.

“Pengawasan yang ketat terhadap cara-cara ini sangat penting untuk menjaga integritas dalam proses ekspor barang yang dikenakan bea keluar,” ujar Menkeu saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, pada hari Senin.

Purbaya menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menerapkan suatu strategi pengawasan yang terdiri dari tiga langkah utama, yakni pre-clearance, clearance, dan post-clearance.

Pada langkah pre-clearance, intelijen kepabeanan diperkuat untuk mengidentifikasi titik-titik berisiko yang mungkin terjadi ekspor ilegal, termasuk melalui pertukaran data antar kementerian. DJBC juga melakukan analisis pemantauan untuk mengidentifikasi anomali dalam data perdagangan.

Selanjutnya, pada langkah clearance, analisis dokumen ekspor dilakukan secara ketat dengan dukungan alat seperti Gamma Ray dan X-Ray, serta patroli laut untuk memastikan pergerakan barang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Di fase post-clearance, DJBC berkolaborasi dengan Ditjen Pajak dan Kementerian Perdagangan untuk melakukan audit yang lebih mendalam. Pendekatan antar sektor ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap potensi pelanggaran terkait komoditas bea keluar dapat terdeteksi secara menyeluruh.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya melaporkan bahwa kinerja pengawasan bea keluar semakin memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan negara.

Pada 2023, hasil dari pengawasan tercatat mencapai Rp191,5 miliar dan meningkat menjadi Rp477,9 miliar pada 2024. Hingga bulan November 2025, pendapatan dari kegiatan pengawasan telah mencapai Rp496,7 miliar, sebagian besar berasal dari penerbitan nota pembetulan yang menunjukkan tren pertumbuhan.

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa penguatan pengawasan administrasi dan peningkatan kepatuhan para eksportir sangat penting untuk menjaga pendapatan negara dari komoditas bea keluar,” tambahnya.

Dia juga mencatat bahwa data dari penindakan ekspor dari tahun 2023 hingga 2025 menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas pengawasan. Jumlah kasus penindakan, khususnya pada ekspor umum dan barang kiriman, terus mengalami kenaikan.

Pada tahun 2023, jumlah kasus pada kategori ekspor umum tercatat mencapai 258. Pada tahun 2024, jumlah tersebut menjadi 255, dan dari awal tahun 2025 hingga saat ini telah terjadi 155 kasus dalam kategori yang sama.

Di sisi lain, nilai barang hasil penindakan juga menunjukkan angka yang cukup besar. Pada tahun 2023, nilai barang yang ditindak dalam kategori ekspor umum mencapai Rp326 miliar, kemudian turun menjadi Rp313 miliar pada 2024, dan sekitar Rp219,8 miliar dari awal 2025 hingga saat ini.

“Perkembangan ini membuktikan bahwa pengawasan yang dilakukan melalui pemeriksaan fisik, analisis risiko, maupun audit telah memberi dampak signifikan dalam meningkatkan pengaturan ekspor dan mencegah kebocoran pendapatan negara,” ujar Purbaya. (Sumber Referensi Antara)

Penulis

Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Donald Trump tarif impor AS 19 persen bagi Indonesia

    Presiden Donald Trump tarif impor AS 19 persen bagi Indonesia

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa produk dari Indonesia yang masuk ke AS akan dikenakan tarif impor sebesar 19 persen, hasil negosiasi yang dilakukannya dengan Presiden RI, Prabowo Subianto. “Indonesia akan dikenakan tarif 19 persen untuk setiap barang yang diimpor dari Amerika Serikat ke negara kita,” kata Trump mengenai kesepakatan tarif […]

  • Presiden Prabowo Tegaskan Negara Hadir di Daerah Bencana

    Presiden Prabowo Tegaskan Negara Hadir di Daerah Bencana

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 41
    • 0Komentar

    JAKARTA-FOKUSID.COM-Presiden Prabowo Subianto telah menyelesaikan serangkaian kunjungan kerjanya ke daerah-daerah yang terkena dampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat pada tanggal 1 Desember 2025. Dalam kunjungan yang berlangsung dari pagi hingga sore ini, Presiden mengunjungi posko pengungsian, melihat lokasi infrastruktur yang mengalami kerusakan, serta berbincang dengan ribuan warga yang terdampak […]

  • Ketua MPR RI Ahmad Muzani : Masyarakat pasti hatinya “merah putih”

    Ketua MPR RI Ahmad Muzani : Masyarakat pasti hatinya “merah putih”

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Ahmad Muzani, Ketua MPR RI, percaya bahwa rakyat Indonesia memiliki semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air yang kuat. Pernyataan ini disampaikan Muzani sebagai respons terhadap fenomena pengibaran bendera bajak laut dari manga One Piece menjelang perayaan HUT Ke-80 RI yang akan berlangsung pada 17 Agustus mendatang. “Saya rasa ini adalah bentuk […]

  • Tokoh Muda Nasional Adi Nur Zaini Merangkai Kiprah Panjang Menuju Kepemimpinan Transformasional

    Tokoh Muda Nasional Adi Nur Zaini Merangkai Kiprah Panjang Menuju Kepemimpinan Transformasional

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Fokusid.com-Tokoh muda nasional Adi Nur Zaini Merangkai Kiprah Panjang Menuju Kepemimpinan Transformasional Anak Muda Indonesia Di tengah dinamika perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, kehadiran figur-figur muda visioner menjadi kebutuhan mendesak bagi masa depan bangsa. Salah satu sosok yang patut diperhitungkan adalah Adi Nur Zaini, Direktur PT Anjuk Ladang Berdaya, perusahaan yang bergerak […]

  • Megawati tiba hadiri ,penutupan Kongres Ke-6 PDIP di Nusa Dua Bali

    Megawati tiba hadiri ,penutupan Kongres Ke-6 PDIP di Nusa Dua Bali

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 95
    • 0Komentar

    (Fokusid.com-) – Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP, tiba di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, pada hari Sabtu, untuk menghadiri serta memberikan pidato politik dalam acara penutupan Kongres Ke-6 PDIP. Presiden Indonesia yang kelima itu datang ke lokasi acara sekitar pukul 13. 25 WITA, bersama anak-anaknya, Prananda Prabowo dan Puan Maharani. Dia menyapa para […]

  • Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dorong Pencegahan kekerasan di dunia pendidikan harus terwujud

    Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dorong Pencegahan kekerasan di dunia pendidikan harus terwujud

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com – Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI, menyatakan bahwa tindakan untuk mencegah dan mengatasi kekerasan di dunia pendidikan perlu segera dilaksanakan. Ia menegaskan bahwa upaya untuk cepat mencegah dan menangani tindakan kekerasan di institusi pendidikan harus mendapatkan dukungan dari semua pihak demi terciptanya lingkungan aman bagi generasi mendatang. “Tantangan semakin meningkatnya ancaman kekerasan harus […]

expand_less