Menkeu Sri Mulyani janji konsisten anggarkan 5 persen APBN buat kesehatan
- account_circle Fokus id.com
- visibility 96
- comment 0 komentar

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan pembekalan kepada para Calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia dalam kegiatan orientasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri, di Jakarta, Rabu (30/7/2025). Doc ANTARA
Jakarta (Fokusid.com) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan komitmennya untuk terus mengalokasikan dana bagi sektor kesehatan sebesar 5 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
“Sejak tahun 2016, #UangKita telah secara konsisten mengalokasikan lebih dari 5 persen dari anggaran, agar masyarakat dapat menikmati layanan dan akses kesehatan yang berkualitas,” ujar Sri Mulyani di Instagram @smindrawati, yang dilansir di Jakarta pada hari Sabtu.
Untuk APBN tahun 2025, pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk kesehatan senilai Rp218,5 triliun.
Dana kesehatan tersebut difokuskan untuk berbagai program, termasuk Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menjangkau masyarakat hingga daerah terpencil.
Lebih lanjut, Sri Mulyani menyatakan bahwa dana tersebut juga digunakan sebagai langkah awal untuk menyamakan akses terhadap layanan dasar, seperti pemeriksaan kesehatan, imunisasi, dan edukasi gizi bagi warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan yang permanen.
Kegiatan ini meliputi posyandu untuk anak balita, remaja, warga usia subur, serta lansia yang diadakan secara rutin setiap bulan oleh puskesmas.
“Program yang baik ini akan terus berlanjut dan ditingkatkan pada tahun 2026 karena akses terhadap layanan kesehatan ialah hak setiap warga negara,” terang Sri Mulyani.
Pemerintah telah mengeluarkan dana sebanyak Rp78,6 triliun atau 36 persen dari APBN untuk program kesehatan selama semester pertama tahun 2025.
Pencairan melalui belanja pemerintah pusat tercatat sebesar Rp52,1 triliun, sedangkan yang disalurkan melalui transfer ke daerah mencapai Rp26,5 triliun.
Salah satu dari belanja kesehatan ini adalah untuk revitalisasi rumah sakit yang menelan biaya sebesar Rp1,9 triliun, yang ditujukan untuk meningkatkan kelas RS D/D Pratama menjadi RS Kelas C, dengan fokus pada penguatan sarana dan prasarana untuk layanan jantung, stroke, dan urologi.
Dana juga dialokasikan untuk program bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yakni sebesar Rp23,2 triliun, untuk vaksin dan imunisasi sebesar Rp1,1 triliun, serta untuk program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang sebesar Rp140,1 miliar. (Sumber Antara)
Penulis Fokus id.com
Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Saat ini belum ada komentar