Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Menyederhanakan NU Kembali ke Khittah

Menyederhanakan NU Kembali ke Khittah

  • account_circle Fokus id.com
  • visibility 73
  • comment 0 komentar

Fokusid.com-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhir-akhir ini ,seolah Kekacauan dan pergeseran yang terjadi di internal PBNU ini menggugah kembali ingatan kita tentang betapa rapuhnya organisasi ini ketika kepemimpinan tidak memiliki struktur yang jelas.

Setiap pihak merasa memiliki hak untuk mengklaim legitimasi—Rais ‘Aam terpilih melalui Muktamar, begitu pula Ketua Umum. Masing-masing yakin memiliki mandat langsung dari jama’ah, dan di sinilah organisasi mulai mengalami kesulitan, bahkan terhenti selama berbulan-bulan. Keadaan ini menimbulkan kebutuhan mendesak untuk menyederhanakan NU.

1. Menata Ulang Struktur Puncak Organisasi Saatnya NU mempertimbangkan model yang lebih sederhana dan transparan.

Dalam Muktamar yang akan datang, posisi yang dipilih langsung oleh Muktamar sebaiknya hanya Rais ‘Aam. Setelah terpilih, Rais ‘Aam yang baru dapat diberikan wewenang untuk menunjuk Ketua Umum, tanpa harus melalui pemilihan terbuka.

Model ini dapat menyelesaikan dua masalah sekaligus:

– Tidak akan ada lagi dualisme antara dua sosok yang sama-sama merasa terpilih oleh Muktamar;

– Konsolidasi antara Syuriyah dan Tanfidziyah menjadi lebih solid karena Ketua Umum berasal dari mandat Rais ‘Aam, bukan sebagai saingan.

NU harus tetap berlandaskan pada ajaran ulama; bukan merupakan pertempuran kekuasaan yang merusak kehormatan organisasi.

2. Kemandirian Ekonomi PBNU Namun inti permasalahan lebih dalam daripada sekadar struktur. NU perlu mencapai kemandirian ekonomi.

Kemandirian ini harus dimulai dari hal yang paling mendasar dan simbolis: Muktamar.

Muktamar NU harus dirancang kembali dengan sederhana, tulus, dan berbasis swadaya. Tidak perlu tiket, tidak perlu biaya tambahan, dan tidak perlu fasilitas mewah—apalagi jet pribadi atau penerbangan sewaan dari pihak ketiga.

Semua itu hanya menciptakan ketergantungan, pergeseran loyalitas, dan intervensi kepentingan yang tidak menguntungkan jama’ah.

Biarkan delegasi dari PCNU, PCINU, dan PWNU yang hadir menggunakan biaya dari iuran anggota masing-masing. Muktamar bukanlah sebuah festival besar; itu adalah forum diskusi agama, bukan panggung untuk promosi calon atau pamer kemewahan yang bertentangan dengan tradisi NU.

Muktamar dilaksanakan dengan dana sendiri, tanpa bantuan dari luar. Kita harus mengadakan Muktamar seefisien mungkin.

Jika Muktamar bebas dari biaya politik, maka kita akan dapat memilih pemimpin yang layak, bukan yang paling banyak menghabiskan uang. Kualitas lebih penting daripada modal. Integritas lebih tinggi daripada pengaruh.

3. Mengembalikan NU ke Akar Aslinya

NU lahir dari tradisi kesederhanaan para kiai lokal: mengajar, membimbing, dan melayani umat apa adanya. Tidak ada kemewahan. Tidak ada jual beli.

Menyederhanakan NU berarti mengembalikan semangat tersebut:

• struktur yang jelas,

• manajemen yang teratur,

• ekonomi yang mandiri,

• dan Muktamar yang kembali menjadi ruang diskusi suci, bukan arena pertempuran pragmatis.

Dengan cara ini, organisasi ini dapat bangkit dari kesulitan, kembali berjalan, dan memberikan arahan yang nyata bagi jama’ah yang selama ini tetap bergerak meskipun rumah besar mereka sedang dalam masalah.

NU terlalu besar untuk dibiarkan dalam keadaan kacau, dan terlalu berharga untuk terjebak dalam kepentingan jangka pendek.

Menyederhanakan NU bukanlah langkah mundur: justru itu adalah satu-satunya cara untuk maju. (Sumber Berita Gus Nadirsyah Hosen)

Penulis

Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjalanan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Dari Insinyur Menuju Puncak kendali Ekonomi Indonesiaa

    Perjalanan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Dari Insinyur Menuju Puncak kendali Ekonomi Indonesiaa

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com – Purbaya Yudhi Sadewa dilahirkan di Bogor pada 7 Juli 1964 dalam sebuah keluarga yang tidak berkecukupan. Nama “Purbaya” memiliki arti mendalam dalam bahasa Jawa, yang merujuk kepada “seseorang yang selalu berusaha berbuat baik”. Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak yang rajin serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap teknologi, yang membawanya untuk […]

  • Tumbang dari Oxford United, Pelatih Tim Liga Indonesia All Star Kurang Percaya Diri

    Tumbang dari Oxford United, Pelatih Tim Liga Indonesia All Star Kurang Percaya Diri

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Fokusid.com-JAKARTA – Pelatih Tim Liga Indonesia All-Star, Rahmad Darmawan, menjelaskan penyebab kekalahan timnya dari Oxford United pada Piala Presiden 2025. Tim Liga Indonesia All-Star harus menerima bahwa Oxford United lebih unggul dalam pertarungan perdana Grup A Piala Presiden 2025 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada malam hari Minggu (6/7/2025). Tim Liga […]

  • Pelatih Persib Bandung ,jangan anggap remeh Bangkok United pada laga terakhir Grup G AFC Champions League Two (ACL Two) 2025/2026

    Pelatih Persib Bandung ,jangan anggap remeh Bangkok United pada laga terakhir Grup G AFC Champions League Two (ACL Two) 2025/2026

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Kota Bandung (ANTARA) – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, meminta para pemainnya untuk tidak meremehkan Bangkok United dalam pertandingan terakhir Grup G AFC Champions League Two (ACL Two) 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada hari Rabu (10/12). “Pertandingan besok akan menjadi tantangan besar bagi kita. Sekarang, kami adalah dua tim terbaik di […]

  • Gen Z untuk Perekonomian RI : Potensi apa Problematika

    Gen Z untuk Perekonomian RI : Potensi apa Problematika

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Fokusid.com-Generasi Z (Gen Z), yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, saat ini mulai mengambil peran penting di dunia kerja dan konsumsi. Sebagai generasi yang dibesarkan di tengah kemajuan digital, penelitian menunjukkan bahwa Gen Z memiliki sumbangsih yang besar terhadap perkembangan ekonomi Indonesia melalui platform e-commerce, ekonomi gig, startup berbasis teknologi, dan sektor ekonomi […]

  • Presiden Prabowo hormati proses hukum penangkapan Wamenaker oleh KPK

    Presiden Prabowo hormati proses hukum penangkapan Wamenaker oleh KPK

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Presiden Prabowo Subianto menghargai langkah hukum yang sedang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer. “Presiden telah menerima informasi dan menyatakan bahwa ini adalah wewenang hukum, beliau menghormati proses yang berlangsung di KPK dan memperbolehkan proses hukum itu berlangsung sesuai prosedur,” […]

  • Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat bicara keterwakilan perempuan di forum Parlemen ASEAN

    Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat bicara keterwakilan perempuan di forum Parlemen ASEAN

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI membahas representasi perempuan dalam forum Parlemen negara-negara ASEAN, yaitu WAIPA (Women Parliamentarians of ASEAN Inter-Parliamentary Assembly). Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Senin, mengungkapkan bahwa meskipun ada kemajuan dalam keterwakilan perempuan di parlemen, namun masih jauh dari ideal. […]

expand_less