Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » MPR apresiasi presiden Prabowo Subianto terkait pemberian abolisi dan amnesti

MPR apresiasi presiden Prabowo Subianto terkait pemberian abolisi dan amnesti

  • account_circle Fokus id.com
  • visibility 108
  • comment 0 komentar

Jakarta (Fokusid.com) – AM Akbar Supratman, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, memberikan apresiasi terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan abolisi kepada Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong) serta amnesti kepada Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto.

Dia menilai tindakan ini menunjukkan keinginan Prabowo untuk menjaga kesatuan bangsa dari perpecahan. “Presiden Prabowo mengambil keputusan ini demi melestarikan keutuhan dan kepentingan bangsa,” ungkap Akbar dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, pada hari Sabtu.

Akbar menyatakan bahwa keputusan ini bisa menjadi langkah awal untuk rekonsiliasi di antara semua pihak dalam politik nasional. Dengan begitu, semua pihak yang sebelumnya terpisah dapat menyatukan semangat dan dukungan untuk membangun negara bersama-sama.

Di samping itu, Akbar juga mengapresiasi respon cepat Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang merespons usulan dari presiden tersebut. “Prof Dasco menunjukkan kepedulian yang besar terhadap pentingnya penegakan hukum yang adil, sambil tetap memikirkan kepentingan nasional secara keseluruhan,” kata Akbar.

Sebelumnya, Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas menjelaskan alasan di balik pemberian abolisi kepada terdakwa dalam kasus importasi gula, yaitu mantan Menteri Perdagangan, Tom Lembong, serta memberikan amnesti kepada Hasto Kristiyanto yang terlibat dalam kasus suap. Dalam konferensi pers di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada malam hari Kamis (31/7), ia menyatakan bahwa keputusan untuk memberikan abolisi dan amnesti kepada kedua tokoh itu didasarkan pada pertimbangan tertentu.

“Semua usulan yang diajukan kepada Bapak Presiden [Prabowo Subianto] berasal dari Menteri Hukum. Saya yang menandatangani surat permohonan Menteri Hukum untuk pemberian amnesti dan abolisi,” jelasnya. Dia menambahkan bahwa alasan pemberian abolisi dan amnesti ini terutama untuk kepentingan bangsa dan negara. Ia menyoroti pentingnya berpikir dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pertimbangan lainnya adalah untuk menciptakan situasi yang kondusif dan mempererat hubungan di antara semua warga bangsa serta memajukan Indonesia secara kolektif. “Menciptakan kondusivitas dan memperkuat rasa persaudaraan di antara warga bangsa serta mempertimbangkan pembangunan bersama dengan seluruh elemen politik di Indonesia,” ujarnya.

Pemberian abolisi dan amnesti juga dipengaruhi oleh pertimbangan subjektif. Dalam kasus Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto, ia menyebutkan bahwa keduanya telah memberikan kontribusi bagi negara. “Keduanya memiliki prestasi atau kontribusi kepada Republik,” ujarnya.

Supratman menegaskan bahwa pemberian abolisi kepada Tom Lembong dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto dilakukan berdasarkan kajian hukum yang murni. Di saat yang sama, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco menyatakan bahwa DPR mendukung permohonan pemberian abolisi dari Presiden Prabowo untuk Tom Lembong dan amnesti untuk 1. 116 orang, termasuk Hasto Kristiyanto.

Tom Lembong dijatuhi hukuman empat tahun dan enam bulan penjara terkait kasus korupsi pada importasi gula, sedangkan Hasto Kristiyanto mendapatkan hukuman tiga tahun dan enam bulan karena terbukti terlibat dalam suap terkait penggantian antar-waktu Harun Masiku. (Sumber Antara)

Penulis

Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cak Imin Ajak Taubat Nasuha Surati Tiga Menteri sebab krisis Lingkungan

    Cak Imin Ajak Taubat Nasuha Surati Tiga Menteri sebab krisis Lingkungan

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, telah mengirimkan sebuah surat kepada tiga menteri mengenai kebijakan lingkungan. Ia berpendapat bahwa serangkaian bencana yang terjadi disebabkan oleh kesalahan manusia dan pengelolaan alam yang kurang baik. Cak Imin menjelaskan bahwa surat tersebut ditujukan kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral […]

  • Hasto Kristiyanto resmi bebas, Akan Lapor ke Megawati di Bali Hari Ini

    Hasto Kristiyanto resmi bebas, Akan Lapor ke Megawati di Bali Hari Ini

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Jakarta,Fokusid.com -Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi dibebaskan dari penjara KPK setelah menerima amnesti dari Presiden Prabowo Subianto. Hari ini, Hasto akan melapor kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Bali. “Benar, setelah berkumpul dengan keluarga tadi malam, hari ini Mas Hasto akan menemui Ibu Megawati di Bali,” kata Politikus PDIP Guntur Romli kepada […]

  • Dinamika politik indonesia 2025 !!

    Dinamika politik indonesia 2025 !!

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 139
    • 0Komentar

    (Poto Viva) Fokusid.com_Dinamika Politik Indonesia 2025: Pertemuan Elite, Strategi Koalisi, dan Tantangan Demokrasi Tahun 2025 adalah fase baru dalam sejarah politik Indonesia. Setelah pemilihan umum yang terjadi pada tahun 2024, sejumlah peristiwa signifikan muncul, mulai dari interaksi antara pemimpin politik utama hingga kebijakan yang menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat. Artikel ini membahas secara rinci situasi […]

  • Mengenal Mahbub Djunaidi : Ketua PMII Pertama yang dijuluki Sang Pendekar Pena

    Mengenal Mahbub Djunaidi : Ketua PMII Pertama yang dijuluki Sang Pendekar Pena

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Mahbub Djunaidi ialah seorang sastrawan Indonesia dan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia yang pertama. Ayahnya, H. Djunaidi adalah seorang seorang tokoh NU dan anggota DPR pemilu 1955. Ia merupakan anak pertama dari 13 saudara kandungnya. Mahbub Djunaidi lahir di Jakarta, tetapi harus pindah ke Solo karena kondisi di Jakarta yang sedang bergejolak. Selama di […]

  • Ketua MPR RI Ahmad Muzani : Masyarakat pasti hatinya “merah putih”

    Ketua MPR RI Ahmad Muzani : Masyarakat pasti hatinya “merah putih”

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Ahmad Muzani, Ketua MPR RI, percaya bahwa rakyat Indonesia memiliki semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air yang kuat. Pernyataan ini disampaikan Muzani sebagai respons terhadap fenomena pengibaran bendera bajak laut dari manga One Piece menjelang perayaan HUT Ke-80 RI yang akan berlangsung pada 17 Agustus mendatang. “Saya rasa ini adalah bentuk […]

  • Presiden Prabowo beri pesan ke kontingen Indonesia SEA Games 2025 di Thailand

    Presiden Prabowo beri pesan ke kontingen Indonesia SEA Games 2025 di Thailand

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com– Presiden Prabowo Subianto mengingatkan kontingen Indonesia yang akan berkompetisi di SEA Games 2025 di Thailand untuk menunjukkan kemampuan terbaik yang mereka miliki. “Oleh karena itu, kepada para pemuda, putra-putri bangsa Indonesia yang saya hargai, saya hanya ingin berpesan lakukanlah sebaik mungkin. Berikan yang terbaik, berikan semua yang bisa kalian berikan,” tutur Prabowo dalam sambutannya […]

expand_less