Pemerintah Gelar Cek Kesehatan Gratis di Sekolah, Targetkan 53 Juta Siswa
- account_circle Fokus id.com
- visibility 218
- comment 0 komentar

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dalam Konferensi Pers Kick-Off Cek Kesehatan Gratis Sekolah, Kamis (01/08/2025). Doc Setpres
Jakarta,Fokusid.com-Pemerintah akan segera mengimplementasikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah mulai 4 Agustus 2025. Acara perkenalan ini akan dilakukan secara bersamaan di 12 lokasi sekolah, madrasah, dan pesantren yang tersebar di berbagai kota, termasuk Jakarta, Bandung, Semarang, Sidoarjo, dan Tangerang.
“Untuk mempercepat jangkauan kami kepada masyarakat yang lebih luas, pada tanggal 4 Agustus nanti, kami akan meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis bagi anak-anak sekolah,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, saat konferensi pers peluncuran Cek Kesehatan Gratis Sekolah pada Kamis, 01 Agustus 2025.
Di tahun 2025, pemerintah menargetkan 53 juta siswa di seluruh Indonesia untuk ikut dalam program CKG Sekolah. Program ini akan menjangkau 282. 317 unit pendidikan, dari tingkat SD sampai SMA/SMK, yang juga mencakup madrasah, pesantren, dan Sekolah Rakyat.
“Karena Sekolah Rakyat merupakan sekolah yang berasrama, kami sudah memulai program ini lebih awal. Kami sudah melaksanakan Cek Kesehatan Gratis di 72 sekolah Rakyat,” ungkap Menkes.
Budi menjelaskan bahwa temuan awal menunjukkan bahwa masalah gigi adalah keluhan paling umum di kalangan anak-anak, diikuti dengan gangguan penglihatan dan anemia. Selain itu, CKG Sekolah juga akan meliputi pemeriksaan kesehatan mental, mengingat deteksi dini gangguan mental anak selama ini masih kurang diperhatikan.
“Dalam program cek kesehatan gratis sekolah ini, kami juga memperkenalkan pemeriksaan kesehatan mental. Karena banyak dari kita yang belum mampu mengidentifikasi masalah kesehatan mental di anak-anak,” katanya.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyatakan bahwa program CKG Sekolah adalah bagian penting dari usaha pemerintah untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Ini adalah program yang sangat mendasar untuk menciptakan SDM unggul. Tanpa didukung kesehatan yang baik, baik fisik, mental, maupun moral, maka kompetensi tidak dapat berkembang dengan baik. Oleh karena itu, isu kesehatan sangat penting untuk anak-anak kita dalam membangun SDM yang berkualitas,” jelas Pratikno.
Selain pemeriksaan kesehatan, Menko PMK juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem hidup sehat untuk anak-anak di Indonesia.
“Kami meminta kepada para guru dan orang tua untuk memperbaiki lingkungan hidup sehat bagi anak-anak, termasuk sanitasi, kualitas air bersih, kebersihan di sekolah, kebersihan di kantin, dan bagaimana cara mendidik anak-anak untuk pola makan yang baik, pilihan jajan yang sehat, serta pentingnya berolahraga dan tetap ceria,” tegas Pratikno.
Lebih lanjut, Menko PMK memberikan penghargaan kepada kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan semua pihak yang mendukung program pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak sekolah serta peningkatan kualitas kesehatan anak.
“Secara khusus, kami mengucapkan terima kasih kepada para guru, orang tua, tenaga kesehatan, dan semua pihak di puskesmas yang telah bekerja keras untuk mendukung keberhasilan program kesehatan gratis ini,” tutup Menko PMK.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, program CKG Sekolah ditujukan bagi anak-anak berusia 7 hingga 17 tahun, dengan jenis pemeriksaan yang bervariasi sesuai jenjang pendidikan. Untuk SD dan setara, ada 13 jenis pemeriksaan, termasuk status gizi, tekanan darah, kebugaran fisik, serta pemeriksaan gigi, mata, telinga, kesehatan mental, dan riwayat imunisasi.
Sementara itu, untuk siswa SMP atau yang setara, tersedia 15 jenis pemeriksaan, termasuk skrining talasemia dan pengujian kadar hemoglobin dengan metode pengambilan darah sederhana di ujung jari. Selanjutnya, untuk siswa SMA atau yang setara, terdapat 14 jenis pemeriksaan, yang juga menambahkan aspek pemeriksaan kesehatan reproduksi.
Program CKG, termasuk CKG Sekolah, adalah bagian dari inisiatif unggulan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, sebagai wujud komitmen untuk memperkuat layanan kesehatan preventif sejak usia dini. Sejak diluncurkan pada bulan Februari 2025, program ini telah menjangkau 16,4 juta orang dari masyarakat. (Sumber – HUMAS KEMENSETNEG)
Penulis Fokus id.com
Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Saat ini belum ada komentar