Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pemilu Perlu Sistem berkelanjutan buntut putusan MK, Wamendagri

Pemilu Perlu Sistem berkelanjutan buntut putusan MK, Wamendagri

  • account_circle Fokus id.com
  • visibility 95
  • comment 0 komentar

Badung (Fokusid. com) – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memberikan tanggapan terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai pemisahan antara pemilu nasional dan pemilu lokal dengan menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan sistem pemilu yang berkelanjutan.

Saat berada di Kabupaten Badung, Bali, pada hari Sabtu, Bima menyebutkan bahwa pemikiran seharusnya tidak terus-menerus melakukan perubahan pada sistem pemilihan umum.

“Kami melihat bahwa diperlukan sebuah sistem pemilu yang kuat dan berkelanjutan, jika setiap pemilu mengalami perubahan, maka kita tidak akan memiliki sistem yang konsisten,” ungkap Bima Arya.

Keputusan MK dalam Putusan Nomor 135/PUU-XXII/2024 sendiri memisahkan pemilihan umum untuk anggota DPR, DPD, presiden dan wakil presiden dari pemilihan umum untuk anggota DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta gubernur dan wakil gubernur.

Dengan penerapan sistem baru yang dijadwalkan untuk 2029, pemilu serentak yang selama ini melibatkan lima surat suara tidak akan lagi digunakan.

Mahkamah juga mencatat bahwa hingga kini pembuat undang-undang belum melakukan perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 mengenai Pemilihan Umum (UU Pemilu).

Wamendagri menambahkan bahwa pemerintah dan DPR, sebagai pembuat undang-undang, telah memulai proses revisi terhadap Undang-Undang Pemilu.

“Oleh karena itu, terlepas dari ada atau tidaknya keputusan MK, proses ini tetap berlangsung. Di sisi lain, kami juga sedang mempelajari putusan MK tersebut dengan sebaik-baiknya, karena revisi itu harus tetap sejalan dan seirama dengan Undang-Undang Dasar, dan tidak boleh bertentangan,” jelasnya.

Walaupun mengarah pada keinginan agar sistem pemilu tetap, Wamendagri tidak langsung menyatakan setuju atau tidak dengan keputusan MK.

Ia lebih memilih untuk fokus pada proses revisi yang tengah dilakukan oleh pemerintah, sambil mempertimbangkan substansi dari keputusan MK yang mungkin bisa diintegrasikan.

“Belum ada kesimpulan akhir, ini baru tahap awal penelitian dan kajian. Kami berharap agar keputusan MK ini dapat sejalan dan harmonis dengan UUD 1945,” kata Bima Arya.

“Kami sedang mempelajari dengan cermat agar proses revisi tetap sesuai dengan undang-undang. Dalam kajian ini, kami juga meneliti materi substansi dari keputusan MK sebelumnya,” tambahnya.

Wamendagri juga berpendapat bahwa pemisahan pemilu itu terjadi karena adanya perbedaan sudut pandang mengenai rezim pemilu.

Ia menjelaskan bahwa MK melihat pilkada dan pemilu sebagai satu rezim, sementara banyak pihak beranggapan sebaliknya, sehingga interpretasi ini belum mencapai kesepakatan.

“MK beranggapan bahwa pilkada dan pemilu itu termasuk dalam satu rezim, menafsirkan maksud asli dari proses perubahan Undang-Undang 1945, sementara banyak yang percaya bahwa Undang-Undang 1945 memisahkan antara rezim pilkada dan rezim pemilu. Oleh karena itu, turunan undang-undangnya pun akan berbeda,” tutur Bima Arya.(Sumber Antara)

Penulis

Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenko PM Cak Imin , harus Tingkatkan kepesertaan dan BPJS Ketenagakerjaan diminta sasar gen Z

    Kemenko PM Cak Imin , harus Tingkatkan kepesertaan dan BPJS Ketenagakerjaan diminta sasar gen Z

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mendorong BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan partisipasi dengan menyasar generasi Z, pekerja yang rentan, pekerja migran, dan pekerja di sektor informal. “BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat melakukan inovasi yang signifikan. Fokuskan perhatian pada pekerja rentan, pekerja migran, generasi Z, dan sektor informal,” ungkap Menko Muhaimin Iskandar […]

  • Menteri Imipas Agus Andrianto  sebut akan ada pemberian amnesti tahap berikutnya

    Menteri Imipas Agus Andrianto sebut akan ada pemberian amnesti tahap berikutnya

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengindikasikan bahwa akan ada fase berikutnya untuk pemberian amnesti oleh Presiden Prabowo Subianto. “Kemungkinan ada kesempatan untuk mengajukan amnesti lagi kepada Bapak Presiden,” ungkap Agus ketika menjawab pertanyaan ANTARA di Jakarta, pada hari Senin. Fase amnesti ini menyusul pemberian yang sudah diberikan kepada 1. 178 terpidana […]

  • Kemendikdasmen Abdul Mu’ti, tampung masukan publik terkait revisi UU Sisdiknas

    Kemendikdasmen Abdul Mu’ti, tampung masukan publik terkait revisi UU Sisdiknas

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini sedang menerima berbagai masukan dari masyarakat mengenai aspek-aspek yang perlu diatur dalam perubahan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). “Kami masih dalam tahap mengumpulkan suara masyarakat untuk naskah RUU Sisdiknas yang merupakan pengusulan dari DPR,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan […]

  • Cak Imin sebut kritik sebagai vitamin politik

    Cak Imin sebut kritik sebagai vitamin politik

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Muhaimin Iskandar, yang dikenal sebagai Gus Imin, selaku Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menekankan bahwa baik dirinya maupun PKB terbuka terhadap kritik, yang disebutnya sebagai suntikan semangat dalam politik. “Kami di PKB dan dalam sistem demokrasi memerlukan kritik. Kritik merupakan asupan penting bagi politik, demokrasi, serta para pejabat. Oleh karena itu, […]

  • Presiden Prabowo hadiri Bastille Day di Paris, Bersama Presiden Prancis Macron

    Presiden Prabowo hadiri Bastille Day di Paris, Bersama Presiden Prancis Macron

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendapat kesempatan istimewa duduk di samping Presiden Prancis Emmanuel Macron saat menghadiri perayaan parade Hari Bastille di Paris, Prancis, pada Senin, waktu setempat. Berdasarkan siaran langsung yang disaksikan di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Presiden Prabowo tampil dengan mengenakan jas hitam, kemeja putih, dasi merah, dan kopiah. Pemimpin […]

  • Badan Gizi Nasional rekrut sarjana sesuai kebutuhan Ahli gizi

    Badan Gizi Nasional rekrut sarjana sesuai kebutuhan Ahli gizi

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com – Badan Gizi Nasional (BGN) kini membuka kesempatan untuk merekrut lulusan dari jurusan kesehatan masyarakat, teknologi pangan, pengolahan makanan, dan keamanan pangan guna memenuhi kebutuhan akan ahli gizi di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). “Terutama kami mencari lulusan gizi, tetapi saat ini juga menerima lulusan dari kesehatan masyarakat, teknologi pangan, pengolahan makanan, atau […]

expand_less