Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan » Penegakan Hukum dalam Revisi Undang-Undang KPK 2019 sebagai Lembaga independen

Penegakan Hukum dalam Revisi Undang-Undang KPK 2019 sebagai Lembaga independen

  • account_circle Fokus id.com
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

Jakarta – Fokusid.com — Indonesia sebagai bangsa yang menganut sistem democracia dan republik berkomitmen untuk menjaga hak-hak rakyat dan kesejahteraan bersama. Namun, fenomena korupsi yang terus meningkat setiap tahun menjadi tantangan signifikan yang dapat merusak stabilitas negara serta kepercayaan masyarakat.

Korupsi diidentifikasi sebagai tindak pidana yang paling umum terjadi, baik di sektor publik maupun swasta. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, tindakan korupsi didefinisikan sebagai kejahatan yang dapat membahayakan keuangan negara dan kesejahteraan masyarakat. Dalam rangka memperkuat upaya pemberantasan korupsi, pemerintah mendirikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga independen dengan kewenangan yang luas.

Namun, perubahan Undang-Undang KPK yang disetujui oleh DPR pada 17 September 2019 mendapat kritik tajam dari berbagai pihak. Perubahan ini dianggap sebagai langkah untuk mereduksi independensi KPK, terutama karena ada beberapa pasal baru yang dipandang membatasi kekuasaan lembaga antikorupsi tersebut.

Poin-poin penting dari perubahan Undang-Undang KPK meliputi:

– KPK dijadikan sebagai lembaga di bawah cabang eksekutif.
– Pembentukan Dewan Pengawas (Dewas) yang akan dipilih oleh presiden dan memiliki kewenangan memberikan izin untuk penyadapan, penggeledahan, dan penyitaan.
– Mekanisme yang menetapkan SP3 untuk kasus yang tidak terselesaikan dalam dua tahun.
– Kewajiban untuk berkoordinasi dalam penyidikan dengan lembaga penegak hukum lainnya.
– Perubahan status pegawai KPK menjadi ASN sesuai dengan regulasi pegawai negeri.

Beberapa pejabat KPK saat itu, termasuk Wakil Ketua Laode Syarief dan Ketua Agus Rahardjo, mengungkapkan bahwa lembaganya tidak dilibatkan dalam proses penyusunan revisi. Bahkan, Kementerian Hukum dan HAM enggan memberikan dokumen yang berkaitan dengan pembahasan tersebut kepada KPK. Situasi ini dianggap sebagai tanda kurangnya transparansi dalam proses legislasi.

Terdapat pendapat yang beragam mengenai revisi tersebut. Pihak pemerintah dan DPR berpendapat bahwa perubahan ini dilakukan untuk memperbaiki pengelolaan kelembagaan KPK agar lebih terawasi. Namun, peneliti dari Pukat UGM, Zaenur Rohman, berpendapat bahwa perubahan ini justru membuka peluang untuk intervensi politik dan melemahkan independensi KPK, terutama melalui tes wawasan kebangsaan (TWK) yang mengakibatkan pemberhentian 51 pegawai.

Di sisi lain, banyak yang berpendapat bahwa Dewas dapat menghambat efektivitas KPK karena bukan merupakan aparat penegak hukum, tetapi justru perlu memberikan izin dalam proses penyelidikan. Hal ini dianggap mengurangi kemampuan KPK dalam menangani kasus-kasus besar, termasuk korupsi yang melibatkan tokoh politik.

Meskipun perubahan Undang-Undang KPK diklaim sebagai upaya penguatan lembaga, masyarakat menilai proses tersebut tergesa-gesa dan mengabaikan keterlibatan publik. Beberapa pengamat menyatakan bahwa revisi ini bertentangan dengan prinsip dasar demokrasi dan *vox populi vox dei*, di mana suara rakyat seharusnya menjadi acuan dalam pengambilan keputusan.

Hingga saat ini, kekhawatiran masyarakat mengenai pelemahan KPK terus meluas. Peningkatan kasus korupsi di tengah menyusutnya independensi lembaga antikorupsi menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dan sejahtera. Pemerintah diharapkan untuk memperluas ruang dialog publik agar kebijakan mengenai pemberantasan korupsi tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

(Sumber Penulis Siti Murti’ah  NIM : 25200007 ,Mata Kuliah : Ilmu Negara Dosen Pengampu : Dr. Ahsanul Minan )

Penulis

Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinamika politik indonesia 2025 !!

    Dinamika politik indonesia 2025 !!

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 139
    • 0Komentar

    (Poto Viva) Fokusid.com_Dinamika Politik Indonesia 2025: Pertemuan Elite, Strategi Koalisi, dan Tantangan Demokrasi Tahun 2025 adalah fase baru dalam sejarah politik Indonesia. Setelah pemilihan umum yang terjadi pada tahun 2024, sejumlah peristiwa signifikan muncul, mulai dari interaksi antara pemimpin politik utama hingga kebijakan yang menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat. Artikel ini membahas secara rinci situasi […]

  • Presiden Prabowo Bertemu Jokowi ,Sampaikan Konsistensi Diplomasi Indonesia

    Presiden Prabowo Bertemu Jokowi ,Sampaikan Konsistensi Diplomasi Indonesia

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Fokusid.com-Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke rumah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Sumber, Surakarta, Jawa Tengah, pada hari Minggu (20/07/20205). Pertemuan antara kedua tokoh ini berlangsung dengan suasana yang hangat dan kekeluargaan, menunjukkan kesinambungan antara kepemimpinan di masa lalu dan saat ini. Setelah tiba di Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Boyolali, sekitar […]

  • Resmi Hasil undian Piala Dunia 2026 Siapa yang akan angkat di Piala dunia 2026

    Resmi Hasil undian Piala Dunia 2026 Siapa yang akan angkat di Piala dunia 2026

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com– FIFA secara resmi melaksanakan pengundian fase grup untuk Piala Dunia 2026 pada Sabtu pagi WIB di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington DC, Amerika Serikat. Pengundian pertama dipimpin oleh para pemimpin dari tiga negara penyelenggara yaitu Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum. Acara […]

  • Fenomena healing culture : Budaya baru atau pelarian !!

    Fenomena healing culture : Budaya baru atau pelarian !!

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Fokusid.com_Istilah “healing” kini semakin akrab di telinga kita, terutama di kalangan generasi muda. Istilah ini tidak lagi terbatas pada konteks penyembuhan luka batin, tetapi telah meluas menjadi penamaan untuk berbagai aktivitas santai seperti staycation di hotel, menghabiskan waktu di kafe sambil ngopi, menonton film sendirian, bahkan tidur seharian di kamar. Semua aktivitas tersebut kini diberi […]

  • Pemerintah Pastikan Penanganan Situasi Nasional Sesuai Koridor Hukum dan HAM

    Pemerintah Pastikan Penanganan Situasi Nasional Sesuai Koridor Hukum dan HAM

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Fokusid.com,Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan setiap tindakan dalam menangani kondisi nasional, termasuk aksi demonstrasi, berjalan dalam batasan hukum dan menghormati hak asasi manusia. Pernyataan ini disampaikan Yusril setelah menghadiri rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, pada […]

  • Presiden Prabowo gelar retret di Hambalang,beberapa menteri akan paparkan program prioritas pemerintah RI

    Presiden Prabowo gelar retret di Hambalang,beberapa menteri akan paparkan program prioritas pemerintah RI

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Hambalang, Bogor (FOKUSID.COM) – Presiden Prabowo Subianto mengadakan retret kabinet di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada hari Selasa, yang akan dibarengi dengan presentasi dari beberapa menteri mengenai berbagai program prioritas pemerintah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa dalam acara tersebut, para menteri akan menyampaikan hasil dan evaluasi dari program-program strategis yang telah dilaksanakan, serta […]

expand_less