Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Perayaan Hari Bank Indonesia: mempertahankan kestabilan, mendorong perkembangan ekonomi

Perayaan Hari Bank Indonesia: mempertahankan kestabilan, mendorong perkembangan ekonomi

  • account_circle Fokus id.com
  • visibility 159
  • comment 0 komentar

Jakarta (Fokusid. com) – Perayaan Hari Bank Indonesia setiap 5 Juli tidak hanya sekadar simbol untuk mengenang berdirinya bank sentral, tetapi juga berfungsi sebagai momen refleksi mengenai perannya dalam mempertahankan stabilitas ekonomi dan memperkuat jalur pertumbuhan nasional.

Di tahun 2025 ini, peringatan Hari Bank Indonesia berlangsung di tengah kondisi ekonomi global yang masih menghadapi banyak tantangan, seperti melambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok, kebijakan proteksionis dari negara-negara maju, serta ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Sebagai lembaga moneter yang independen, Bank Indonesia (BI) memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas harga, mempertahankan nilai tukar rupiah, menjamin kelancaran sistem pembayaran, serta menyusun kombinasi kebijakan moneter dan makroprudensial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Dalam konteks terjadinya semester kedua tahun 2025, peran BI menjadi sangat penting untuk mencapai target pertumbuhan nasional sekitar 5 persen.

Salah satu tanda yang paling jelas dari keberhasilan peran Bank Indonesia adalah terkendalinya inflasi di tanah air. Sampai Juni 2025, inflasi tercatat sekitar 2,52 persen secara tahunan, sesuai dengan sasaran inflasi yang ditetapkan yaitu 2,5 ±1 persen. Inflasi inti tetap terkendali rendah, sedangkan harga pangan yang berfluktuasi dapat dikelola berkat kolaborasi dengan Tim Pengendali Inflasi baik di tingkat pusat maupun daerah.

Kondisi stabil ini memberi Bank Indonesia kesempatan untuk menerapkan kebijakan moneter yang lebih mendukung, tanpa mengurangi daya beli masyarakat. Pada Rapat Dewan Gubernur di bulan Mei dan Juni lalu, BI menurunkan suku bunga acuan (BI-Rate) dari 5,75 persen menjadi 5,25 persen. Langkah ini diambil untuk menghadapi perlambatan ekonomi global serta memberikan stimulus bagi sektor riil dan perbankan.

Bank Indonesia juga aktif berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan melakukan intervensi di tiga area, yaitu pasar spot, domestic non-deliverable forward (DNDF), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN). Walaupun nilai tukar sempat mengalami penurunan hingga mencapai Rp16. 300 per dolar AS pada akhir kuartal pertama, intervensi yang dilakukan oleh BI berhasil mengendalikan fluktuasi tersebut, sehingga meningkatkan kepercayaan di kalangan pelaku usaha dan investor.

Untuk mendukung pemulihan ekonomi domestik, Bank Indonesia juga memperlonggar kebijakan makroprudensial. Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) terus dilonggarkan untuk mendorong penyaluran kredit oleh lembaga perbankan, khususnya kepada sektor-sektor produktif seperti pertanian, industri pengolahan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit pada Mei 2025 telah mencapai 10,3 persen secara tahunan, meningkat dari 8,7 persen di periode yang sama tahun sebelumnya. Dukungan likuiditas yang didorong oleh kebijakan Bank Indonesia memiliki peran penting dalam tren ini, terutama di tengah ketidakpastian global yang membuat lembaga keuangan menjadi lebih hati-hati dalam memberikan kredit.

Selain menjalankan tugas konvensional di bidang moneter, Bank Indonesia juga meningkatkan perannya dalam transformasi digital di sektor keuangan. Penguatan sistem pembayaran digital melalui kode respons cepat standar Indonesia (QRIS) dan perluasan layanan BI-FAST terus mendorong inklusi keuangan dan efisiensi transaksi.

Hingga pertengahan 2025, jumlah pedagang yang menggunakan QRIS telah mencapai lebih dari 30 juta, dengan dominasi dari pelaku UMKM. Pertumbuhan transaksi digital dalam sistem BI-FAST telah mencapai 45 persen secara tahunan, menunjukkan percepatan adopsi digital dalam sistem keuangan nasional.

Proyeksi optimis
Bank Indonesia memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami perbaikan pada semester kedua tahun 2025. Keyakinan ini didasarkan pada berbagai indikator makroekonomi yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan, terutama dalam sektor perdagangan internasional, konsumsi rumah tangga, dan peningkatan iklim investasi.
Ekspor Nonmigas yang Meningkat

Dari sudut pandang eksternal, ekspor nonmigas menunjukkan hasil yang positif. Pada kuartal kedua tahun ini, pertumbuhan ekspor nonmigas mencapai 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meningkat signifikan dari 3,8 persen yang tercatat pada kuartal pertama.

Kenaikan ini terutama didorong oleh naiknya permintaan dari beberapa mitra dagang utama, seperti India, negara-negara ASEAN, dan kawasan Timur Tengah. Hal ini menandakan adanya pemulihan dalam aktivitas perdagangan global di tengah kondisi ekonomi Tiongkok yang melemah dan ketidakpastian di pasar Eropa.

Konsumsi Rumah Tangga yang Meningkat

Di sisi domestik, diperkirakan bahwa konsumsi rumah tangga akan mengalami peningkatan. Ini tak terlepas dari kebijakan pemerintah yang memperkenalkan kembali gaji ke-13 untuk pegawai negeri serta percepatan penggunaan anggaran negara dalam APBN yang berlaku saat ini.

Ditambah dengan bantuan subsidi untuk sektor transportasi dan energi, kebijakan ini menjadi dukungan penting bagi daya beli masyarakat dan mendorong permintaan domestik pada paruh kedua tahun ini.

Pemulihan Investasi

Dalam hal investasi, baik sektor pemerintah maupun swasta menunjukkan tanda-tanda kembali pulih. Penyesuaian suku bunga dasar oleh Bank Indonesia yang saat ini berada di angka 5,25 persen memberikan kesempatan bagi dunia usaha dan meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi terhadap prospek pertumbuhan jangka menengah.

Kepastian ini juga diperkuat oleh upaya pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan proyek strategis nasional serta kebijakan fiskal yang bersifat ekspansif namun tetap terukur.

Tantangan yang Masih Ada

Meskipun begitu, tantangan struktural dan risiko eksternal tetap menjadi perhatian utama. Konsumsi masyarakat kelas menengah ke bawah mengalami stagnasi, terutama disebabkan oleh tekanan inflasi pangan dan upah riil yang belum sepenuhnya kembali normal. Dunia usaha, terutama sektor manufaktur dan logistik, masih harus menghadapi beban biaya operasional yang tinggi akibat peningkatan biaya distribusi dan energi.

Di sisi lain, ketidakpastian global yang muncul akibat konflik perdagangan internasional, perang di Timur Tengah, serta perubahan arah kebijakan moneter di negara maju dapat menyebabkan fluktuasi arus modal dan berdampak pada nilai tukar rupiah.

Sinergi Kebijakan Ekonomi

Dalam konteks ini, konsistensi dan kehati-hatian dalam kebijakan yang diterapkan oleh Bank Indonesia dan pemerintah menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap pada jalur yang sehat. Sinergi antara kebijakan moneter yang mendukung, kebijakan makroprudensial yang inklusif, serta langkah fiskal yang terukur dan tepat sasaran akan sangat menentukan dalam memandu pemulihan ekonomi Indonesia agar berlangsung tidak hanya sementara tetapi juga berkelanjutan dan inklusif.

Proyeksi Ekonomi yang Lebih Baik

Bank Indonesia memperkirakan bahwa kinerja ekonomi Indonesia akan menunjukkan perbaikan pada semester kedua tahun 2025. Beberapa indikator telah menunjukkan tanda pemulihan, di antaranya adalah pertumbuhan ekspor nonmigas, penguatan konsumsi rumah tangga berkat stimulus fiskal, dan investasi yang mulai memberikan dampak positif.

Namun, tantangan tetap ada. Konsumsi masyarakat menengah ke bawah masih stagnan, tekanan terhadap dunia usaha masih ada akibat tingginya biaya logistik, dan dampak dari konflik perdagangan serta geopolitical global dapat memunculkan ketidakpastian dalam arus modal.

Pentingnya Sinergi Kebijakan

Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menekankan perlunya sinergi antara kebijakan moneter, makroprudensial, dan fiskal. Bank Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap reformasi fiskal pemerintah melalui kebijakan yang bersifat stabilitas dan pertumbuhan.

Dengan semua kebijakan yang ada, peran Bank Indonesia ke depan akan semakin krusial. Dalam semangat Hari Bank Indonesia, lembaga ini diharapkan terus berfungsi sebagai penyangga stabilitas ekonomi nasional sekaligus pendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Sumber Antara)

Penulis

Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Gelar Pertemuan Khusus dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, pada Lawatan Singkat di Beijing

    Presiden Prabowo Gelar Pertemuan Khusus dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, pada Lawatan Singkat di Beijing

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Fokusid.com-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melangsungkan pertemuan khusus dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, saat kunjungan kerjanya untuk merayakan 80 tahun kemenangan Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, pada hari Rabu (03/09/2025). Pertemuan ini merupakan salah satu agenda utama bagi Presiden Prabowo untuk memperkuat kolaborasi strategis antara Indonesia dan Rusia. Sekretaris Kabinet […]

  • Daftar transfer Pemain 18 klub Liga 1 2025/2026

    Daftar transfer Pemain 18 klub Liga 1 2025/2026

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Saat musim baru Liga Super Indonesia semakin dekat, bursa transfer mulai menunjukkan perkembangan yang menarik karena klub-klub bersungguh-sungguh dalam menyusun tim yang kompetitif. Kegiatan transfer pemain saat ini berada di titik penting, dengan beberapa tim melakukan perubahan signifikan. Proses rekrutmen mulai dari pemain veteran hingga bakat muda menunjukkan tujuan masing-masing tim untuk […]

  • Rupiah menguat pasca pertemuan FOMC

    Rupiah menguat pasca pertemuan FOMC

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com – Pada pembukaan perdagangan di Jakarta pada hari Jumat, nilai tukar rupiah menguat sebesar 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16. 666 per dolar AS, sebelumnya berada di Rp16. 676 per dolar AS. Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai bahwa penguatan rupiah disebabkan oleh hasil dari pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang […]

  • Kemendikdasmen Alokasikan Anggaran PIP Bagi 888 Ribu Siswa TK Tahun 2026

    Kemendikdasmen Alokasikan Anggaran PIP Bagi 888 Ribu Siswa TK Tahun 2026

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com-Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan anggaran sebesar Rp1,28 triliun untuk tahun 2026 yang akan digunakan untuk memperluas Program Indonesia Pintar (PIP) jenjang TK. Dana ini akan mendukung 888 ribu siswa dengan bantuan sebesar Rp450 ribu per siswa setiap tahun, serta akan ada tambahan untuk revitalisasi satuan pendidikan dan peningkatan insentif bagi guru […]

  • Wisata Alam dan Gua Menjadi Favorit wisatawan Akhir Tahun di Pacitan

    Wisata Alam dan Gua Menjadi Favorit wisatawan Akhir Tahun di Pacitan

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Pacitan, Jawa Timur — Menjelang tahun 2025 berakhir, Kabupaten Pacitan kembali menarik perhatian wisatawan dari dalam dan luar negeri. Kota yang dikenal sebagai Kota 1001 Goa ini mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang signifikan, terutama di tempat-tempat wisata alam yang menjadi ciri khas wilayah ini. Dinas Pariwisata Pacitan melaporkan bahwa beberapa tempat populer seperti Pantai Klayar, […]

  • AI siap untuk Mengobati Kanker,Gunakan Google DeepMind

    AI siap untuk Mengobati Kanker,Gunakan Google DeepMind

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 129
    • 0Komentar

    JAKARTA,Fokusid.com – Pada tahun 2022, AlphaFold yang dikembangkan oleh Google DeepMind berhasil mengidentifikasi lebih dari 200 juta struktur protein, yang mempercepat proses dalam pengembangan obat.MRHP Meluncurkan Pusat Kanker Isomorphic Labs mengklaim sebagai alat AI yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian, termasuk AlphaFold 3. Kemajuan pesat dalam teknologi mRNA setelah pandemi telah membuka kemungkinan untuk vaksin kanker, […]

expand_less