Presiden Prabowo akan suarakan posisi RI sebagai “bridge builder, di KTT BRICS
- account_circle Fokus id.com
- visibility 124
- comment 0 komentar

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Air Base Galeão, Rio de Janeiro, Brasil, pada Sabtu pagi, 5 Juli 2025. (Foto/Setpres)
Jakarta (Fokusid. com) – Presiden Prabowo Subianto akan mendeklarasikan sikap dan posisi Republik Indonesia sebagai “penjembatan” pada keikutsertaan Indonesia yang pertama dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, menurut Kementerian Luar Negeri.
“Presiden Prabowo, yang hadir untuk kali pertama, akan memanfaatkan momen ini untuk mengungkapkan pandangan dan posisi Indonesia sebagai penjembatan dalam menangani berbagai isu global dan upaya bersama di tengah situasi dunia yang semakin tidak stabil,” ungkap Kemlu dalam rilisnya di Jakarta pada hari Minggu (6/7).
Mulai 1 Januari 2025, Indonesia akan secara resmi menjadi anggota penuh BRICS — suatu forum kerjasama internasional yang didirikan oleh Brazil, Rusia, India, dan China pada 2009. Afrika Selatan bergabung pada 2010, diikuti oleh Ethiopia, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi pada 2024.
Kemlu menyatakan bahwa sebagai bagian dari Global South dan G20, Indonesia akan memanfaatkan forum BRICS sebagai sarana untuk mendorong kerjasama global yang lebih adil dan merata, serta memprioritaskan kepentingan nasional dalam berbagai sektor ekonomi, keuangan, pendidikan, dan teknologi.
Selama di Rio de Janeiro, Presiden Prabowo juga akan mengadakan beberapa pertemuan bilateral untuk memperkuat kolaborasi di beragam bidang.
Para pemimpin BRICS akan mengkaji berbagai isu politik dan keamanan global, termasuk konflik berkepanjangan di beberapa kawasan, reformasi mekanisme tata kelola global, dan penguatan multilateralisme.
Mereka juga akan mendiskusikan berbagai tantangan serta kesempatan kerjasama di bidang ekonomi dan keuangan, berserta isu-isu lain, seperti regulasi kecerdasan buatan, lingkungan dan tindakan iklim, serta kesehatan global.
KTT BRICS yang berlangsung pada 6-7 Juli dengan tema “Memperkuat Kerjasama Global South Menuju Tata Kelola yang Lebih Inklusif dan Berkelanjutan,” dihadiri oleh lebih dari 30 pemimpin negara anggota BRICS, negara mitra, undangan khusus, dan kepala organisasi internasional.
Diharapkan dari KTT ini akan lahir “Deklarasi Pemimpin” yang mencerminkan komitmen dan posisi bersama BRICS terkait isu politik dan keamanan, ekonomi dan keuangan, serta pelibatan yang berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan dalam kerangka BRICS.
Sejak menjadi anggota BRICS, Indonesia telah mengambil bagian aktif dalam setidaknya 165 pertemuan, termasuk 20 pertemuan pada tingkat menteri. (Sumber Antara)
Penulis Fokus id.com
Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Saat ini belum ada komentar