Presiden Prabowo Tegaskan Pemerintah Prioritaskan Penanganan Bencana
- account_circle Fokus id.com
- visibility 39
- comment 0 komentar

(Menko PMK) Pratikno dalam keterangan pers di Posko Nasional Penanggulangan Bencana Alam di Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (03/12/2025). Doc setneg
Jakarta-Fokusid.com-Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada seluruh jajaran pemerintah untuk memaksimalkan pemanfaatan semua sumber daya yang ada dalam menangani bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam konferensi pers di Posko Nasional Penanggulangan Bencana Alam untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (03/12/2025).
“Presiden telah memberi arahan agar situasi ini dianggap sebagai langkah prioritas nasional, serta memastikan bahwa dana dan logistik nasional sepenuhnya tersedia,” jelas Pratikno.
Menko PMK menambahkan, Kepala Negara juga menginstruksikan agar semua pihak terkait lebih responsif dan memusatkan perhatian pada penyelamatan korban, penyerahan bantuan, serta pemulihan berbagai fasilitas dan layanan yang penting.
“Ini berarti penanganan nasional terus dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya optimal dari pemerintah pusat dari seluruh kementerian dan lembaga, termasuk BNPB, dan juga dukungan luar biasa dari TNI serta Polri,” ungkapnya.
Cepat Tanggap Menanggulangi Bencana
Dalam keterangannya, Pratikno juga memaparkan berbagai langkah yang diambil pemerintah dalam merespons bencana sejak hari pertama kejadian, yang mencakup evakuasi korban, penyaluran kebutuhan pokok kepada masyarakat yang terdampak, serta pemulihan layanan publik.
“Pemerintah terus berusaha memastikan kelancaran dalam pengiriman layanan dasar ke seluruh daerah yang terkena bencana. Kami telah mengirimkan lebih dari 500 ribu ton bantuan dari berbagai sumber, baik berupa paket sembako, makanan siap saji, obat-obatan, tenda, selimut, serta bantuan langsung lainnya bagi masyarakat yang terdampak, termasuk wilayah dengan akses yang terputus,” tegasnya.
Untuk memastikan distribusi bantuan dan evakuasi, pesawat A400 dari TNI AU telah dikerahkan untuk mobilisasi logistik dalam skala besar. Selain itu, lebih dari 50 helikopter dari TNI, Polri, dan BNPB juga telah diterjunkan untuk menjangkau area yang terisolasi.
“Untuk daerah yang jalurnya terputus seperti Aceh Tamiang dan Langsa, kemarin sudah berhasil dilakukan air drop [bantuan] menggunakan pesawat angkut TNI AU CN-295, A-2904, dan C-130J Super Hercules. Pengiriman logistik juga dilakukan melalui jalur laut dengan kapal angkut milik TNI,” ujarnya.
Pemerintah juga telah mendirikan posko logistik, posko kesehatan, dan dapur umum di lokasi-lokasi yang diperlukan. Di samping itu, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga dikerahkan untuk menyalurkan makanan secara cepat kepada para korban.
Menko PMK menambahkan, BUMN juga bergerak maksimal untuk memulihkan layanan publik seperti jaringan listrik, telekomunikasi, distribusi bahan bakar minyak (BBM), serta akses jalan dan logistik.
“Pemulihan tower bertegangan tinggi menargetkan penyelesaian pada hari Jumat, 5 Desember 2025. PLN telah mempercepat perbaikan dari 5-6 hari menjadi hanya 2-3 hari, sehingga jalur Arun-Bireuen dan Tarutung-Sibolga yang saat ini listriknya belum menyala dapat segera berfungsi kembali,” paparnya.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom telah mengerahkan sebanyak 2. 498 personel untuk pemulihan layanan telekomunikasi, dan PT Pertamina (Persero) telah melakukan pengiriman BBM melalui jalur darat.
“Sejauh ini, Satgas Penertiban Kawasan Hutan telah mulai menelusuri dugaan keberadaan kayu gelondongan yang terbawa banjir. Pemerintah terus menginvestigasi pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran melalui analisis citra satelit,” tambahnya.
Selain langkah tanggap darurat, Pratikno menyampaikan bahwa pemerintah juga sedang mempersiapkan fase rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memulihkan aktivitas kehidupan masyarakat.
Fase rehabilitasi rekon sudah mulai dipersiapkan. Sasaran ditetapkan dalam waktu 100 hari dan rencana selama 1 tahun dibuat agar masyarakat dapat memantau pencapaian dengan jelas. Pemerintah tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan seperti beras dan mie instan, tetapi juga berupaya menjaga agar seluruh warga memiliki harapan untuk membangun kembali kehidupan mereka, ujar Menko PMK.
Dalam konferensi pers itu juga hadir Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta para Kepala Staf Angkatan. (Sumber Referensi Kemensetneg)
Penulis Fokus id.com
Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Saat ini belum ada komentar