Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Strategi Presiden Prabowo bebas aktif mengakselerasi Global South

Strategi Presiden Prabowo bebas aktif mengakselerasi Global South

  • account_circle Fokus id.com
  • visibility 110
  • comment 0 komentar

Jakarta (Fokusid.com) – Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri pada bulan Juli ini menandakan usaha untuk mengonsolidasikan kekuatan baru di dunia. Keseimbangan antara kekuatan negara maju secara global mulai beralih dengan menerapkan prinsip “politik luar negeri yang bebas dan aktif” dari Indonesia.

Sepertinya serangan tarif dari Trump mendesak negara-negara di seluruh dunia untuk memperkuat perekonomian domestik dan cenderung bersikap protektif. Selain itu, konflik yang tak kunjung reda di Eropa, Timur Tengah, dan sebagian Asia, memicu negara-negara untuk meningkatkan anggaran pertahanan, persenjataan, serta teknologi militer demi menghadapi potensi konflik yang baru.

Situasi ini dipahami dengan baik oleh Presiden Prabowo Subianto melalui kunjungan luar negeri pada Juli 2025. Kunjungan kali ini berfokus pada unsur keagamaan, penguatan ekonomi, serta keamanan nasional. Negara-negara yang dikunjungi bukan hanya untuk membuka akses pasar baru, tetapi juga berupaya mempercepat pembentukan aliansi Global South untuk menciptakan keseimbangan baru di ranah internasional.

Pada awal kunjungannya ke Arab Saudi, Presiden Prabowo tidak hanya melakukan umrah, tetapi juga menjajaki kerja sama baru antara Jakarta dan Riyadh yang telah melampaui batasan kerja sama yang biasanya ada. Indonesia berperan sebagai penghubung ASEAN untuk meningkatkan dan memperluas kerja sama bilateral, khususnya melalui inisiatif di bidang perdagangan, energi, infrastruktur, dan investasi strategis. Diberitakan bahwa Indonesia dan Arab Saudi telah menandatangani perjanjian senilai sekitar 27 miliar dolar AS, berfokus pada energi bersih, petrokimia, dan sumber daya mineral.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi telah terjalin selama berabad-abad. Kedua negara mengalami dampak dari tarif Trump dan khawatir mengenai keamanan di Timur Tengah. Oleh karena itu, penguatan kerja sama ini berarti dukungan yang mendalam bagi masing-masing negara.

Presiden Prabowo benar-benar menerapkan politik luar negeri bebas aktif saat melanjutkan perjalanan ke KTT BRICS+ di Brasil. Momen ini menandai pergeseran dalam dinamika kekuatan global ke arah keseimbangan baru. Negara-negara berkembang menjadi blok multipolar yang lebih kuat, menantang dominasi tatanan lama yang dipegang oleh negara-negara Barat.

Keikutsertaan Indonesia sebagai anggota ke-11 BRICS+ meningkatkan potensi ekonomi kelompok ini, mencapai sekitar 30 persen dari PDB global, 20 persen dari perdagangan barang dunia, dan hampir separuh populasi dunia. Kekuatan ini membuat AS semakin tidak nyaman.

Bersama dengan BRICS, Indonesia mengkritik langkah-langkah tarif unilateral dan tindakan non-tarif yang mengganggu perdagangan global. BRICS+ mendorong reformasi lembaga-lembaga seperti IMF dan Bank Dunia.

AS merespons pernyataan ini dengan nada konfrontatif. Dalam akun Truth Social-nya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa “Negara mana pun yang mendukung kebijakan anti-Amerika BRICS akan dikenai Tarif TAMBAHAN sebesar 10 persen,” tanpa ada pengecualian. Trump juga mengirimkan surat kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang mengancam tarif sebesar 32 persen terhadap seluruh ekspor Indonesia mulai 1 Agustus 2025. Trump menyebut tarif itu bisa dibatalkan jika Indonesia bersedia membangun pabrik di AS.

Tanggapan terhadap tekanan ini disampaikan oleh Presiden Prabowo dengan melanjutkan kunjungannya ke Uni Eropa. Pada 13 Juli 2025, Indonesia mengambil langkah penting untuk memperkuat hubungan ekonominya melalui perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Proses menuju kesepakatan ini tidaklah singkat. Sejak permasalahan minyak sawit dan nikel Indonesia terangkat terkait isu lingkungan pada 2016, para negosiator telah membahas rincian CEPA, termasuk isu-isu terkait perdagangan minyak sawit dan kebijakan ekspor nikel Indonesia.
IEU CEPA berhasil mencapai kesepakatan perdagangan di sektor pertanian, otomotif, dan jasa. Indonesia dan Uni Eropa memiliki waktu sampai September 2025 untuk mengatur detil perjanjian, termasuk pengurangan bea ekspor kelapa sawit. Uni Eropa mengakui bahwa di tengah meningkatnya tekanan tarif dan proteksionisme, ada harapan untuk kolaborasi di kawasan ASEAN, dengan Indonesia sebagai pasar terbesar, yang memberikan optimismen di masa depan.

Selanjutnya, Presiden Prabowo mengunjungi Prancis untuk menerima undangan dari Presiden Emmanuel Macron sebagai tamu kehormatan dalam parade militer memperingati Hari Nasional Prancis (Bastille Day) pada hari Senin, 14 Juli 2025.

Perjamuan makan siang pun diadakan untuk mendiskusikan kemitraan strategis antara kedua negara di sektor pertahanan, ekonomi, investasi, dan perdagangan. Kehadiran 450 prajurit TNI dalam Parade Bastille Day menyoroti fokus pada sektor pertahanan. Sebelumnya, pada bulan Mei di Jakarta, Presiden Prabowo menyatakan keinginannya untuk menambah jumlah jet tempur Rafale, kapal selam Scorpène, sistem artileri Caesar, dan fregat ringan.

Akselerasi Global South

Dalam setiap kunjungannya, Indonesia selalu berupaya menciptakan keseimbangan dengan menentukan negara-negara yang akan dikunjungi, seperti yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang kali ini mengunjungi beberapa negara dalam satu perjalanan. Hal ini tidak hanya sebagai taktik politik, tetapi juga sebagai realisasi dari politik bebas aktif.

Prinsip “bebas” berarti terhindar dari campur tangan pihak luar dalam menentukan kebijakan luar negeri. Sementara “aktif” menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya membela kepentingan sendiri, tetapi juga berkontribusi terhadap terciptanya tatanan internasional yang damai, adil, dan sejahtera, serta menjaga keseimbangan antar kekuatan.

Strategi perdagangan AS yang menggunakan tarif dan regulasi ketat oleh Uni Eropa bukan berarti tidak bisa dinegosiasikan. Namun, sebelum melakukan perundingan, Indonesia menunjukkan kemampuannya untuk meningkatkan daya tawar, sekaligus mendukung negara-negara berkembang dengan bergabung dalam BRICS+.

Setelah melewati periode pasca-kolonialisme, negara-negara yang mengklaim diri sebagai pemenang akan terus mempertahankan dominasi. Mereka bersaing dengan negara-negara yang baru mengalami kemajuan. Pemerintah Indonesia diharapkan dapat menangani tantangan ini, termasuk dalam menciptakan peluang untuk kerja sama.

Dengan bergabung sebagai Anggota BRICS, Indonesia dapat memperbesar daya tawar di arena diplomasi global. Indonesia bisa lebih bebas untuk menjalankan perannya sebagai pemimpin negara-negara berkembang (Global South) sekaligus menjaga hubungan yang baik dengan negara-negara lain.

Baca juga: Trump ancam tarif, RI: BRICS tidak berniat bersaing dengan AS.
Setiap perubahan besar, entah itu pergantian kekuasaan, konflik, perang, atau perdamaian, pasti melibatkan kekuatan dasar (instrumen kekuasaan), yaitu diplomasi, informasi, militer, dan ekonomi (DIME). Inilah yang selama ini dilakukan oleh negara-negara maju. Namun, Indonesia, sebagai negara terbesar di kawasan Asia Tenggara, perlu mengambil tindakan untuk menyeimbangkan dengan instrumen kekuasaan tersebut. Inilah cara politik “bebas dan aktif” seharusnya dijalankan.

Akhirnya, dengan menyatukan kekuatan dari semua elemen masyarakat, segala potensi kerja sama internasional diupayakan untuk mendukung pembangunan nasional demi mencapai Indonesia Emas 2045. (Sumber Antara)

Penulis

Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRIN Kaji Kesiapan ASEAN Hadapi AI, prioritaskan Tata Kelola dan Etika Akademik

    BRIN Kaji Kesiapan ASEAN Hadapi AI, prioritaskan Tata Kelola dan Etika Akademik

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Jakarta – Fokusid.com. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) di universitas-universitas di kawasan ASEAN terus meningkat, tetapi ada perbedaan yang signifikan dalam kesiapan dan pengelolaan antarnegara. Hal ini terungkap dalam presentasi hasil penelitian sistematis yang disampaikan oleh Peneliti dari Pusat Riset Pendidikan (Pusrisdik) BRIN, Farida Hanun, dalam Seminar Naskah Publikasi dan Monitoring Evaluasi yang dilaksanakan secara daring […]

  • GAP YEAR: MENGAMBIL JEDA ADALAH PILIHAN YANG CERDAS DALAM HIDUPMU

    GAP YEAR: MENGAMBIL JEDA ADALAH PILIHAN YANG CERDAS DALAM HIDUPMU

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Fokusid.com_Siapa yang bilang kamu harus langsung melanjutkan kuliah setelah lulus sekolah, atau terjun ke dunia kerja begitu selesai kuliah? Kenapa harus terjebak dalam norma-norma yang ada jika hidupmu dapat menjadi lebih bermakna dengan mengambil arah yang berbeda? Di tengah dunia yang selalu mendesak kita untuk bergerak cepat, produktif, dan meraih kesuksesan dalam waktu singkat, ada […]

  • Port FC juara usai menang lawan Oxford United,di Final Piala Presiden 2025

    Port FC juara usai menang lawan Oxford United,di Final Piala Presiden 2025

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Fokusid.com – Klub asal Thailand, Port FC, keluar sebagai juara turnamen pra musim Piala Presiden 2025 usai mengalahkan wakil Inggris, Oxford United, dengan skor 2-1 dalam laga final yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (13/7). Oxford United tampil menekan sejak awal pertandingan. Pada menit ke-4, mereka nyaris unggul lebih dulu lewat […]

  • TNI dan Polri instruksikan Percepatan Penanganan Bencana di Sumatra

    TNI dan Polri instruksikan Percepatan Penanganan Bencana di Sumatra

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com-Pemerintah memangkas waktu penanganan bencana dengan melakukan operasi terpadu bersama TNI dan Polri. Mereka membuka akses ke daerah terdampak, mempercepat pengiriman bantuan, serta menjamin keselamatan para petugas di lapangan. Langkah ini meliputi penguatan jalur logistik melalui darat, laut, dan udara, penegakan hukum berdasarkan temuan di lokasi bencana, serta dukungan teknologi dan alat dari berbagai matra […]

  • Cak Imin sebut kritik sebagai vitamin politik

    Cak Imin sebut kritik sebagai vitamin politik

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Jakarta (Fokusid.com) – Muhaimin Iskandar, yang dikenal sebagai Gus Imin, selaku Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menekankan bahwa baik dirinya maupun PKB terbuka terhadap kritik, yang disebutnya sebagai suntikan semangat dalam politik. “Kami di PKB dan dalam sistem demokrasi memerlukan kritik. Kritik merupakan asupan penting bagi politik, demokrasi, serta para pejabat. Oleh karena itu, […]

  • Utusan Khusus Presiden RI bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo ajak media tingkatkan edukasi masyarakat terkait perubahan iklim

    Utusan Khusus Presiden RI bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo ajak media tingkatkan edukasi masyarakat terkait perubahan iklim

    • account_circle Fokus id.com
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Jakarta-Fokusid.com – Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengajak media untuk meningkatkan pendidikan dan penyuluhan mengenai efek perubahan iklim serta tindakan individu yang dapat memengaruhi bukan hanya lingkungan tetapi juga manusia. Pada acara “Investing on Climate” di Jakarta, Jum’at sore, Hashim menekankan bahwa perubahan iklim dan tindakan manusia yang tidak […]

expand_less