TNI dan Polri instruksikan Percepatan Penanganan Bencana di Sumatra
- account_circle Fokus id.com
- visibility 40
- comment 0 komentar

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan persnya di Posko Nasional Penanggulangan Bencana di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (03/12/2025), Doc setpres
Jakarta-Fokusid.com-Pemerintah memangkas waktu penanganan bencana dengan melakukan operasi terpadu bersama TNI dan Polri. Mereka membuka akses ke daerah terdampak, mempercepat pengiriman bantuan, serta menjamin keselamatan para petugas di lapangan. Langkah ini meliputi penguatan jalur logistik melalui darat, laut, dan udara, penegakan hukum berdasarkan temuan di lokasi bencana, serta dukungan teknologi dan alat dari berbagai matra TNI untuk mempercepat pemulihan di area yang terkena dampak.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers di Posko Nasional Penanggulangan Bencana di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (03/12/2025), menyatakan bahwa akses untuk distribusi bantuan kini sudah semakin terbuka lewat jalur darat, laut, dan udara. Ia juga menjelaskan bahwa di Aceh, yang merupakan wilayah paling parah terdampak bencana, enam daerah sudah bisa dijangkau melalui jalur laut, sedangkan delapan kabupaten lainnya telah memiliki akses darat.
“Sekarang enam kawasan bisa dijangkau dengan kapal laut: Lhokseumawe, Bireun, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang. Untuk akses lewat jalur darat dengan truk, ada delapan wilayah: Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Nagan, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Subulussalam. Selain itu, empat wilayah juga bisa diakses melalui udara, yaitu Aceh Tenggara, Takengon, Gayo Lues, dan Bener Meriah. Pada dasarnya, bantuan logistik ini sudah dapat disalurkan hingga tingkat kecamatan,” jelas Kapolri.
Mengenai penemuan kayu gelondongan di area bencana, Kapolri menegaskan bahwa tindakan hukum akan segera diambil. Ia juga menambahkan bahwa tidak ada warga yang akan ditangkap terkait isu penjarahan karena mereka hanya mencari kebutuhan logistik.
“Mengenai penegakan hukum terkait temuan kayu gelondongan yang sudah terkelupas, kami telah berkoordinasi dengan Menteri Kehutanan secara lisan, dan esok hari kami akan mengadakan rapat bersama untuk membentuk tim gabungan guna menyelidiki insiden ini lebih dalam. Tentu saja jika ada pelanggaran hukum, kami akan menindaklanjuti,” ungkap Kapolri.
Di kesempatan yang sama, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa TNI memaksimalkan pengiriman bantuan lewat udara ke daerah yang tidak dapat dijangkau dari darat. Ia menambahkan bahwa keselamatan prajurit menjadi hal utama setelah beberapa anggota tim gugur dalam misi bantuan.
“Bantuan tersebut dijatuhkan dari pesawat dalam bentuk kotak-kotak yang dilengkapi baling-baling sehingga tidak hancur saat mendarat. Kami juga menggunakan parasut, dengan pengiriman lewat Hercules C-130. Kemarin sudah dilakukan di Aceh Tamiang, dan hari ini juga akan dilaksanakan sistem drop CDS (Carry Delivery System) menggunakan pesawat CN dan Hercules,” jelas Panglima TNI.
Selain itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menjelaskan bahwa pengiriman bantuan menggunakan helikopter terus diperbaiki agar tidak terjadi kerusakan. Ia juga menjelaskan soal distribusi perangkat Starlink untuk mendukung komunikasi darurat.
“Helikopter tidak bisa mendarat sembarangan, jadi landasan harus siap. Karena bantuan harus segera diberikan, kami mencoba melemparkan bantuan. Setelah ada yang rusak, kami melakukan evaluasi lagi, dan sekarang kami berusaha agar hal itu tidak terulang. Selain itu, mengenai Starlink, itu adalah peralatan dari Kementerian Pertahanan, dan kami belum tahu siapa yang akan membayar pulsanya. Walau demikian, semangat kami untuk membantu tetap ada, kami sudah mengirimkan banyak perangkat Starlink ke daerah bencana,” kata KSAD.
KSAD menyatakan bahwa anggota TNI sekarang mulai memasuki wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak bisa diakses untuk memastikan keamanan dan mengantarkan bantuan. Selain itu, delapan set jembatan bailey telah dipersiapkan untuk dikirim paling lambat hari Jumat agar bisa membuka jalur antar daerah yang membutuhkan.
Di sisi lain, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan bahwa TNI AL mengerahkan tujuh KRI, termasuk dua kapal rumah sakit yang akan bersiaga di Aceh. Skuad udara TNI AL juga diperkuat dengan lima helikopter dan dua pesawat fixed wing untuk keperluan air dropping.
“Mungkin akan ada tambahan satu KRI lagi, yaitu kapal tanker KRI Bontang, untuk mendukung pasokan bahan bakar di daerah-daerah yang membutuhkan bahan bakar untuk generator diesel. Selain itu, untuk unsur udara yang sudah ada, akan ditambah satu lagi fixed wing dan dua casa untuk air dropping,” tambah KSAL.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) terus disinergikan dengan BMKG dan BNPB demi mempercepat proses pemulihan.
“Memang BMKG dan BNPB adalah sektor utama dalam hal ini, hanya saja saya ingin menekankan bahwa sudah ada 5 pesawat karavan yang disiapkan oleh BNPB setiap hari untuk melaksanakan OMC. Alhamdulillah, hujan sudah mulai berkurang dan kami akan terus melanjutkan ini ke depan,” kata KSAU. (Sumber Referensi Setpres)
Penulis Fokus id.com
Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Saat ini belum ada komentar