Prof Quraish Shihab AI bisa kita respon lewat pendekatan
- account_circle Fokus id.com
- visibility 35
- comment 0 komentar

Seminar nasional bertajuk Ketika Ulama Bertemu Algoritma di kampus UIN Yogyakarta, Selasa (9/12/2025). Doc ANTARA/HO-Majelis Hukama Muslimin
Jakarta-Fokusid.com -Prof Quraish Shihab, pendiri Majelis Hukama Muslimin (MHM), menyatakan bahwa kecerdasan buatan (AI) yang merupakan fenomena baru bisa dihadapi dengan tiga sudut pandang. Hal ini disampaikannya dalam seminar nasional bertema “Ketika Ulama Bertemu Algoritma” di UIN Yogyakarta pada hari Selasa.
Ahli tafsir Al Quran tersebut mengungkapkan bahwa AI bisa dilihat dari perspektif yang lama, hanya dari sudut pandang yang baru, atau kombinasi antara pandangan baru dengan nilai-nilai dari pandangan lama yang mapan.
“Saya percaya pendekatan ketiga inilah yang seharusnya kita ambil. Ini tidak terlepas dari nilai-nilai yang sudah ada sebelumnya,” kata Prof Quraish.
Ia menegaskan bahwa AI mampu memberikan informasi yang sangat melimpah bagi manusia. Ilmu agama telah menegaskan syarat tertentu dalam menerima informasi. Ada nilai-nilai penting yang harus diterapkan saat seseorang melakukan penelitian atau studi.
“Nilai itu sebelumnya ditemukan dalam ilmu hadis, di mana informasi yang diterima harus dinilai berdasarkan siapa yang menyampaikannya, apakah orang tersebut adil dan dhabit (dapat dipercaya). Ini harus kita jalankan saat mendapatkan informasi dari siapa saja atau hal apapun,” ujarnya.
Nilai lain yang perlu dipertimbangkan menurut Quraish adalah kecerdasan spiritual dan moral. Hal ini dikarenakan dua orang bisa memberikan berbagai keputusan berbeda terhadap satu masalah yang sama.
Ia menambahkan bahwa ada satu keputusan yang benar, yaitu berasal dari orang yang diberikan oleh Tuhan anugerah, baik dalam wujud ilmu, intuisi, atau bentuk lainnya.
“Keputusan atau jawaban juga harus disesuaikan dengan waktu dan konteks pertanyaan yang dihadapi. Jika kita merujuk pada Al Quran dan Sunnah, Nabi seringkali memberikan jawaban yang beragam untuk pertanyaan serupa,” jelas Quraish.
“AI tidak mengenali siapa yang bertanya, tidak memahami masalah saya, jadi bagaimana bisa memberikan jawaban yang tepat,” tambahnya.
Sementara itu, TGB Abdul Majdi, anggota Komite Eksekutif MHM, menekankan bahwa pembicaraan mengenai AI berkaitan dengan otoritas keagamaan, bukan pada eksistensi agama itu sendiri, yang tetap terjaga.
Ia juga menjelaskan bahwa keberadaan manusia sebagai khalifah tidak akan terganggu oleh AI.
“Manusia sebagai makhluk Allah yang diciptakan di dunia ini akan senantiasa berperan sebagai khalifah, dengan segala makna yang terkandung di dalam istilah khalifah,” ucap TGB.
TGB Zainul Majdi mengungkapkan bahwa ada ketakutan dari manusia saat ini, di mana AI dianggap sebagai ancaman serius bagi keberadaan mereka. Ada kekhawatiran bahwa AI akan mengambil alih kemampuan berpikir kreatif.
“Hayawanun Nathiq dalam pandangan Islam bukan sekadar berhubungan dengan kreativitas dalam kognisi, tetapi juga mencakup hikmah dan spiritualitas. Jadi, hayawanun nathiq bukan hanya soal kemampuan kognitif, yang mana mungkin kita sudah kalah dari AI, tetapi ada keahlian lain yang sudah disiapkan Tuhan untuk manusia sebagai khalifah,” tuturnya.
Tiga hal yang diangkat oleh TGB adalah pertemuan manusia dengan inovasi yang sangat revolusioner yang selalu terjadi di berbagai titik dalam sejarah.
Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Amin Abdullah, mengakui bahwa fenomena AI, algoritma, Chat GPT, dan hal-hal lainnya benar-benar mengubah tatanan yang ada. Tugas manusia adalah untuk memberikan respon dan menghadapi tantangan tersebut.
Amin juga mengungkapkan bahwa AI telah menyebabkan terjadinya fragmentasi dalam otoritas keagamaan. Kini, umat tidak lagi sepenuhnya percaya pada Bahsul Masail NU atau Majelis Tarjih Muhammadiyah, misalnya, melainkan sudah muncul fatwa-fatwa baru.
“Suka atau tidak, saat ini memang terjadi fragmentasi dalam otoritas,” ujarnya. (Sumber referensi antara)
Penulis Fokus id.com
Fokusid.com merupakan sebuah platform media informasi yang hadir untuk memberikan akses berita dan pengetahuan yang akurat, terpercaya, dan berimbang kepada masyarakat. Sebagai alat media informasi, Fokusid.com berkomitmen untuk menyajikan konten yang relevan dan berkualitas,Dengan mengedepankan integritas jurnalistik dan prinsip keberimbangan dalam penyajian informasi.

Saat ini belum ada komentar